Tinjauan hukum Islam terhadap hak kepemilikan kain sisa jahitan : studi kasus di Kecamatan Patebon Kab. Kendal

Ibadirrahman, Rifqi (2018) Tinjauan hukum Islam terhadap hak kepemilikan kain sisa jahitan : studi kasus di Kecamatan Patebon Kab. Kendal. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
skripsi.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Hak milik merupakan hubungan kepemilikan antara manusia dan harta atau benda yang ditetapkan oleh syara’, yang memberikan kekhususan yang memungkinkan untuk mengambil manfaat atau melakukan tasarruf atas harta atau benda tersebut menurut cara-cara yang dibenarkan dan ditetapkan oleh syara’. Manusia dalam kehidupannya selalu berhubungan dengan hak milik. Pada zaman modern ini hak kepemilikan sangat berpengaruh besar terhadap kepemilikan kecil hingga besar. Sedikit sekali manusia yang mau membuat pakaian sendiri. Mereka cenderung lebih memilih untuk membeli pakaian yang sudah jadi, namun tidak sedikit manusia yang menjahitkan kepada penjahit. Terkadang tanpa disadari, ketika seseorang atau sekelompok orang menjahitkan baju tidak ada perjanjian apapun selain perjanjian waktu penyelesaian baju tersebut dan model yang diinginkan oleh pemesan. Padahal masih ada hal lain yaitu mengenai kelebihan atau kekurangan kain. Hampir semua penjahit jika kekurangan kain mereka meminta tambahan kepada pemesan, namun penjahit tidak mengembalikan kain sisa jahitan dan memanfaatkan kain sisa tersebut. Ada beberapa penjahit yang memanfaatkan kain sisa jahitan tersebut untuk pembuatan bros dan keset. Sebelum penjahit memanfaatkan kain sisa jahitan, seharusnya kain sisa jahitan itu harus tetap dikembalikan walaupun hanya sedikit, karena kain sisa jahitan itu merupakan hak milik dari pemesan. Penulis tertarik meneliti bagaimana pemahaman pihak penjahit dan konsumen mengenai hak milik kain sisa jahitan di kecamatan Patebon serta tinjauan hukum Islam terhadap kain sisa jahitan di kecamatan Patebon. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian lapangan (field research). Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode pengumpulan data dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Setelah mendapatkan data yang diperlukan, maka data tersebut dianalisis dengan metode deskriptif-analisis. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mayoritas penjahit di Kecamatan Patebon tidak mengembalikan kain sisa jahitan. Mereka memanfaatkan kain sisa jahitan untuk hal lain. Pemanfaatan kain sisa jahitan oleh penjahit didasari oleh adat yang berlaku dalam masyarakat yang tidak meminta kembali kain sisa jahitannya. Dalam tradisi hukum Islam, adat dapat dijadikan landasan hukum untuk menentukan status hukum. Apa yang dilakukan oleh penjahit yang tidak mengembalikan kain sisa jahitan adalah menurut hukum adat dan sesuai dengan hukum Islam.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorMuryani, Maria AnnaUNSPECIFIED
Thesis advisorSupangat, SupangatUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Adat; Hukum Islam; Muamalah; Kepemilikan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.14 Religious Ceremonial Laws and Decisions
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Depositing User: Fuad Hasyim
Date Deposited: 18 Jan 2019 04:02
Last Modified: 18 Jan 2019 04:02
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8951

Actions (login required)

View Item View Item