Analisis hukum Islam terhadap pemanfaatan panjar oleh penjual akibat pembatalan jual beli : studi kasus jual beli tebasan padi di Desa Curug Kecamatan Tegowanu Grobogan

Mardiyati, Nur Santi (2018) Analisis hukum Islam terhadap pemanfaatan panjar oleh penjual akibat pembatalan jual beli : studi kasus jual beli tebasan padi di Desa Curug Kecamatan Tegowanu Grobogan. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
1. FULL SKRIPSI.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang penerapan panjar dalam jual beli tebasan padi di Desa Curug. Dimana penjual tidak mengembalikan panjar dan cenderung memanfaatkannya. Dapat diketahui bahwa sebenarnya panjar yang tidak dikembalikan oleh penjual merupakan hak pembeli. Namun jika dikembalikan, maka penjual akan mengalami banyak kerugian. Dari permasalahan tersebut maka pedapat penulis rumuskan beberapa pokok permasalahan yaitu masalah tentang faktor yang melatarbelakangi praktek jual beli dengan sistem panjar dan pemanfaatan panjar oleh penjual setelah pembatalan jual beli. Penelitian ini diadakan di Desa Curug Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan. Beberapa faktor yang melatarbelakangi jual beli tersebut perlu diteliti untuk mengetahui apa alasan masyarakat melakukan jual beli dengan sistem ini. Selain itu, pemanfaatan panjar oleh penjual tersebut menjadi hal yang masih dipertanyakan halal atau haramnya serta apakah pemanfaatan uang muka tersebut dibenarkan oleh hukum islam. Dalam penelitian ini peneliti menerapkan konsep dasar penelitian hukum adalah pola-pola perilaku sosial yang terlembagakan. Eksis sebagai variable social empiric. Tipe kajiannya adalah sosiologi hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah sosial atau non-doktrinal dengan fokus penelitian normative–empiris. Dalam penelitian ini, pendekatan peneliti menggunakan metodologi kualitatif yaitu dengan mengembangkan pengertian tentang individu dan kejadian dengan memperhitungkan konteks yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang melatarbelakangi jual beli dengan sistem panjaradalah karena jual beli dengan sistem panjar telah membudaya, lebih meyakinkan, dapat menjadi pengikat transaksi antara penjual dan pembeli, lebih cepat, dan memberikan sedikit waktu untuk pelunasan. Jual beli dengan sistem panjar, apabila penjual tidak mengembalikan dan memanfaatkan uang muka akibat pembatalan jual beli maka hal tersebut bersifat mubah dan diperbolehkan karena tidak ada dalil khusus dari Rasulullah yang melarangnya. Akan tetapi, agar tidak menimbulkan perselisihan antara penjual dan pembeli, sebaiknya penjual mengembalikan uang muka kepada pembeli, dan pembeli memberikan uang kompensasi dari kerugian yang dialami penjual akibat pembatalan jual beli. Karena sebaik-baiknya orang adalah orang yang mau memaafkan seorang muslim, niscaya Allah swt memaafkan kesalahannya di hari Kiamat.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorGhofur, AbdulUNSPECIFIED
Thesis advisorMahsun, MahsunUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Pembatalan jual beli; Uang muka; Hukum ekonomi Islam
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
300 Social sciences > 380 Commerce, communications, transport > 381 Internal commerce (Domestic trade)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Depositing User: Fuad Hasyim
Date Deposited: 08 Feb 2019 08:35
Last Modified: 08 Feb 2019 08:35
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8998

Actions (login required)

View Item View Item