Analisis terhadap pendapat Imam Syafi’i tentang bai‘ salaf

Rohmah, Miftakhur (2018) Analisis terhadap pendapat Imam Syafi’i tentang bai‘ salaf. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI LENGKAP.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Ada dua bentuk bai‘ salaf, pertama bai‘ salaf mu’ajjalan yaitu bai‘ salaf dengan tempo, hukumnya sah tanpa ada perbedaan pendapat. Kedua, bai‘ salaf h}a>lan yakni barang yang dipesan sudah ada, dalam artian tidak ada tempo dalam penyerahan barang. Sedangkan bai‘ salaf adalah penjualan barang yang disebutkan sifat-sifatnya sebagai persyaratan jual beli barang, dan barang tersebut masih dalam tanggungan penjual. Syarat-syarat tersebut diantaranya adalah mendahulukan pembayaran pada waktu di majelis akad (akad disepakati). Terkait bai‘ salaf yang kedua ini, jumhur ‘ulama berbeda pendapat, Imam Abu Hanifah, Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hambal tidak membolehkan bai‘ salaf h}a@lan tersebut sedangkan Imam Syafi’i membolehkan bai‘ salaf h}a@lan. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Terhadap Pendapat Imam Syafi‘i Tentang bai‘ salaf”. Dari latar belakang diatas, ada beberapa permasalahan yang dirumuskan yaitu, bagaimana bai‘ salaf menurut Imam Syafi’i. Bagaimana relevansi pendapat Imam Syafi‘i tentang bai‘ salaf dengan transaksi modern dibandingkan dengan pendapat iman-imam yang lain. Jenis penelitian yang digunakan adalah library reseach dan metode pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan deskripsi dengan sumber hukum primer kitab al-Umm karya Imam Syafi’i. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu kepustakaan yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan yang bersumber dari buku-buku dll, metode analisis data yang digunak yaitu redaksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan pertama, bai‘ salaf menurut Imam Syafi’i yaitu jual beli yang ditangguhkan dengan kriteria tertentu dengan pembayaran diawal dan barangnya diserahkan kemudian, mengenai pendapat tentang bai‘ salaf h}a@lan menurut Imam Syafi’i itu diperbolehkan dengan alasan, apabila bai’ salaf mu’ajjalan boleh dilakukan dengan penangguhan yang disertai ketidakjelasan, maka bai‘ salaf h}a@lan lebih diperbolehkan. metode istinba>t} hukum yang digunakan Imam Syafi‘i yaitu al-Qur’an dan as-sunnah atau hadi@s\ dalam penentuan kasus tersebut adalah surat at-Taubah ayat 91 dan as-sunnah atau hadi@s\ dengan menggunakan pendekatan lafdzi/tekstual. Kedua relevansi bai‘ salaf dalam transaksi modern yaitu transaksi e-commerce, e-commerce merupakan bentuk bai‘ salaf h}a>lan, karena barang yang sudah ada pada saat proses transaksi berlangsung maka transaksi inilah yang disebut bai‘ salaf h}a>lan, yang menurut Imam Syafi’i seperti yang telah dijelaskan diatas bai‘ salaf h}a>lan ini diperbolehkan, akan tepi menurut ulama lain seperti Imam Hanafi, Imam Maliki dan Imam Ahmad bin Hambal tidak diperbolehkan melainkan transaksi ini disebut dengan jual beli biasa atau bai‘ bukan lagi disebut bai‘ salaf dikarenakan barang yang dipesan pada saat proses transksi berlangsung sudah tersedia.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorMahsun, MahsunUNSPECIFIED
Thesis advisorTajrid, AmirUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Bai‘ salaf; Hukum ekonomi Islam; Jual beli
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Depositing User: Fuad Hasyim
Date Deposited: 11 Feb 2019 04:47
Last Modified: 11 Feb 2019 04:47
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/9009

Actions (login required)

View Item View Item