Sanksi ta’zir di pondok pesantren : studi kasus di Pondok Pesantren Al-Badriyyah Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak

Nuha, Ahmad Ulin (2018) Sanksi ta’zir di pondok pesantren : studi kasus di Pondok Pesantren Al-Badriyyah Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
1402026013.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Perjudian adalah perbuatan yang diharamkan karena judi merupakan salah satu tindak pidana yang meresahkan masyarakat. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pandangan hukum Islam terhadap sanksi bagi pelaku tindak pidana perjudian bola yang dilakukan oleh santri di Pondok Pesantren al-Badriyyah Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research). Sumber data pokok dalam penelitian skripsi ini adalah hasil wawancara (interview) penulis dengan pengurus pondok pesantren al-Badriyyah Mranggen Demak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama perjudian bola itu terjadi karena adanya niat dan kesempatan. Santri melakukan perjudian bola didasari karena adanya rasa penasaran kemudian munculah keinginan untuk mencoba karena adanya kesempatan. Kedua ketentuan sanksi tindak pidana perjudian bola dalam Pondok Pesantren al-Badriyyah adalah diancam dengan digundul dan di denda semen sebanyak 5 sak kemudian dipanggil orangtuanya untuk membawa pulang anaknya (dikeluarkan dari pondok pesantren). Sedangkan sanksi ringannya yaitu digundul dan di denda semen 2 sak kemudian dipanggil orangtuanya. Hukuman gundul dilakukan di depan/halaman pondok pesantren al-Badriyyah agar dapat dilihat oleh semua santri pondok pesantren al-Badriyyah Mranggen Demak. Ketiga menurut hukum pidana Islam ketentuan sanksi tersebut sudah sesuai, karena dalam hukum pidana Islam sanksi perjudian termasuk dalam jarimah ta’zir yakni kejahatan yang ditetapkan oleh al-Qur’an dan al-Hadits tetapi tidak disebutkan sanksinya. Prinsip penjatuhan ta’zir menjadi wewenang penuh ulil amri, baik bentuk maupun jenis hukumannya diserahkan kepada pemerintah. Menurut penulis bentuk ancaman hukuman gundul, denda dan panggilan orangtua bagi pelaku tindak pidana perjudian bola, dimaksudkan sebagai upaya mendidik dan memberi pelajaran bagi pelaku sekaligus menjadi peringatan bagi santri yang lainnya agar tidak melakukan perbuatan tersebut.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorMashudi, MashudiUNSPECIFIED
Thesis advisorMarzuki, IsmailUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Ta'zir; Pondok pesantren
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.272 Islam and politics, fundamentalism
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.77 Islamic religious education
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam (Jinayah Siyasah)
Depositing User: Muhammad Khozin
Date Deposited: 21 Mar 2019 09:21
Last Modified: 21 Mar 2019 09:21
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/9170

Actions (login required)

View Item View Item