Analisis ayat tentang larangan melemah-lembutkan suara bagi wanita dalam QS. Al-Ahzab Ayat 32 : studi komparatif Tafsir al Misbah dan Tafsir Hamka

Isrofiyah, Siti (2018) Analisis ayat tentang larangan melemah-lembutkan suara bagi wanita dalam QS. Al-Ahzab Ayat 32 : studi komparatif Tafsir al Misbah dan Tafsir Hamka. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
134211082.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Ajaran dan petunjuk Al Qur’an yang berkaitan dengan berbagai konsep sangat dibutuhkan oleh manusia dalam mengarungi kehidupan di dunia ini dan di akhirat kelak. Khususnya masalah wanita pada saat ini banyak dibicarakan oleh para ulama, ilmuwan dan intelektual muslim. Dikarenakan peran wanita yang semakin meluas dan semakin menampakkan eksistensinya yang hampir setara dengan kaum pria. Kaum wanita banyak dipublikasikan oleh media, baik cetak maupun elektronik. Dari sisi lain wanita banyak menjadi da’iyah, qori’ah, bahkan menjadi penyanyi dan bintang iklan, penyiar radio dan presenter televisi. Disamping itu wanita juga menjadi guru, dosen, dan pengacara. Tidak ada larangan bagi siapapun untuk menyanyi karena suara laki-laki maupun perempuan bukanlah aurat. Namun, jangankan nyanyian, suara saja yang dibuat-buat lemah lembut penuh manja kepada selain suami, jangankan tarian erotis atau gerak yang lemah gemulai, hentakan kaki saja yang mengundang perhatian lelaki guna tujuan yang tidak dibenarkan agama, kesemuanya adalah haram. Penulisan skripsi ini menggunakan studi perbandingan (muqaran) membandingkan antara Tafsir Al-Mishbah dan Tafsir Al-Azhar, Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian library research dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, yang diperoleh dari kajian teks atau buku-buku yang relevan dengan pokok masalah. Temuan dari penelitian ini menurut Tafsir Al-Misbah wanita dilarang melemah-lembutkan suaranya dalam arti membuat-buat suara lebih lembut lagi melebihi kodrat dan kebiasaannya berbicara. Sedangkan Hamka menjelaskan bahwa wanita hendaknya bercakap yang tegas dan sopan, jangan genit! Jangan membuat perangai yang kurang pantas. Karena dalam cara mengucapkan kata-kata memang ada juga perempuan yang berperangai lemah gemulai, dengan kerdip mata, dengan laguan kata, dengan lenggak-lenggok. Persamaannya, Quraish Shihab dan Hamka sama-sama menggunakan metode tahlili, karena beliau berdua menafsirkan ayat demi ayat dan surat demi surat sesuai dengan urutan mushaf. Kemudian corak penafisiran yang digunakan Quraish Shihab dan Hamka adalah al-adab al-ijtima’i, hal ini dapat dilihat bahwa begitu kentalnya warna setting sosial budaya yang digambarkan oleh kedua mufassir. Perbedaanya, Quraish Shihab menggunakan metode analisis lughawiy (kebahasaan) maupun metode analisis struktural (nahwiyah) sedangkan Hamka tidak menggunakan kedua metode tersebut. Quraish Shihab lebih komprehensif penjelasannya sedangkan Hamka cenderung lebih singkat

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorIn'amuzzahidin, Muh.UNSPECIFIED
Thesis advisorMasruri, Ulin Ni'amUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Suara wanita; Tafsir Alquran; Etika
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1228 Nonreligious subjects treated in the Al-Quran
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir (Tafsir Hadis)
Depositing User: Muhammad Khozin
Date Deposited: 23 Mar 2019 09:18
Last Modified: 23 Mar 2019 09:18
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/9196

Actions (login required)

View Item View Item