Makna tabarruj menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Miṣbāh dan relevansinya di era sekarang

Asikh, Muhamad Nur (2018) Makna tabarruj menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Miṣbāh dan relevansinya di era sekarang. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
134211089.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Manusia adalah makhluk beriman. Tidak ada satu pun manusia yang lahir di dunia ini tanpa membawa fitrah/potensi ketuhanan. Namun, karena potensi yang dimiliki manusia sangat lemah, dan cenderung membelot kejalan yang salah, maka manusia membutuhkan agama yang benar untuk menguatkan fitrah yang telah dimilikinya. Dalam lingkup kajian Islam, diantara persoalan yang hampir selalu mengundang kontroversial adalah isu-isu tentang perempuan, sejumlah jawaban dan respon yang telah diberikan selama ini, ternyata tidak cukup menuntaskan masalah yang ada, bahkan dalam banyak kasus justru memicu ketidakpuasan, dapat dikatakan bahwa isu tentang perempuan merupakan masalah yang kompleks. Dalam al-Qur’an terkandung berbagai aturan atau ajaran yang mencakup segala dimensi serta aspek kehidupan bagi manusia, agar dijadikan sebagai petunjuk dan pedoman hidup. Salah satu ajaran dan aturan yang terdapat dalam agama adalah tentang cara berpakaian atau memakai perhiasan atau juga disebut dengan tabarruj. Ajaran ini dimaksudkan untuk menggugah timbulnya kesadaran yang berdasarkan keimanan untuk menutup aurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiran Quraish Shihab tentang tabarruj, serta relevansinya di kehidupan saat ini. Penelitian ini bersifat library research (penelitian kepustakaan). Data yang digunakan untuk melengkapi data-data skripsi ini berasal dari bahan-bahan tertulis. Sumber data primer yang penulis gunakan ialah tafsir al-Miṣbāḥ, Kitab Tafsir tersebut digunakan sebagai kitab primer karena sangat relevan dengan masalah (objek) yang sedang dikaji atau diteliti sesuai dengan judul. Maka dengan digunakan sebagai kitab primer tersebut dapat diharapkan penelitian ini dapat terselesaikan secara fokus dan mendalam. Sedangkan data sekunder yang penulis gunakan ialah buku-buku Quraish Shihab yang lainnya, kitab-kitab tafsir klasik, kitab hadis, buku-buku dan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan tema pembahasan. Dalam penelitian ini menggunakan metode Analisis deskriptif yang merupakan teknik analisa data yang dilakukan dalam rangka mencapai pemahaman terhadap sebuah fokus kajian yang kompleks. Metode ini dimaksudkan untuk memberikan data yang seteliti mungkin, dan terbilang sangat rinci dalam hal menganalisa persoalan. Deskriptif merupakan penyelidikan yang menuturkan, menganalisa, dan mengklasifikasikan, juga menginterpretasikan data yang ada. Hasil penelitian membuktikan bahwa, Quraish Shihab memberi penafsiran bahwa yang dimaksud tabarruj adalah larangan menampakkan “perhiasan” dalam pengertiannya yang umum yang biasanya tidak dinampakkan oleh wanita baik-baik, atau memakai sesuatu yang tidak wajar di pakai. Seperti berdandan secara berlebihan , atau berjalan dengan berlenggak-lenggok dan sebagainya. Berarti makna tabarruj adalah perilaku yang ditampilkan seorang perempuan yang menampakkan perhiasannya dengan maksud menarik syahwat laki-laki. Larangan tabarruj dalam ayat tersebut diperintahkan kepada para istri-istri Nabi, namun perintah dalam ayat itu tidak hanya berlaku bagi istri-istri Nabi saja, melainkan juga berlaku bagi semua muslimah di semua tempat dan di semua masa karena pesan moralnya yang universal.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorMasrur, Moh.UNSPECIFIED
Thesis advisorIn'amuzzahidin, Muh.UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Tabarruj; Tafsir Alquran; Berhias
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1228 Nonreligious subjects treated in the Al-Quran
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir (Tafsir Hadis)
Depositing User: Muhammad Khozin
Date Deposited: 25 Mar 2019 06:09
Last Modified: 25 Mar 2019 06:09
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/9215

Actions (login required)

View Item View Item