Pemikiran filsafat etika Aristoteles tentang relasi rasio dan tindakan perspektif ajaran etika Islam

Masrini, Masrini (2018) Pemikiran filsafat etika Aristoteles tentang relasi rasio dan tindakan perspektif ajaran etika Islam. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
134111012.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan (library research) untuk meneliti bagaimana rasio dapat mempengaruhi suatu tindakan dalam pemikiran etika Aristoteles dan yang baik dalam pemikira etika Aristoteles serta etika Aristoteles dalam dalam pandangan Islam. Penelitian ini berfokus untuk menjelaskan hubungan antara rasio dan tindakan dalam etika Aristoteles serta pandangan Islam terkait dengan pemikiran etika Aristoteles, tujuan dari penelitian guna mengatahui serta memberikan kesimpulan dari pengaruh rasio terhadap tindakan serta nilai baik dan pandangan Islam terkait pemikiraan etika Aristoteles. Sumber data berasal dari data primer dan sekunder, data primer berasal dari karya Aristoteles yaitu Sebuah Kitab Suci Nichomachean Ethics serta data sekunder berupa sumber-sumber yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dasarnya etika Aristoteles memiliki tujuan untuk mencapai kebahagiaan sebagai tujuan tertinggi dan tujuan yang dikejar adalah dmi kepentingan diri sendiri bukan demi orang lain dan isi kebahagiaan setiap manusia yang berbuat ialah terletak pada perbuatannya sendiri, dan kebahagiaan manusia terlatak pada aktifitas khas yang dimilikinya sebagai manusia dan ciri khas tersebut adalah manusia sebagai makhluk rasional. Kesempurnaan manusia adalah aktualisasi dari kemungkinan yang hanya terdapat pada manusia yaitu rasio, karena kebahagiaan memandang kebenaran dari setiap aktifitas dan tindakan yang dilakukan, agar manusia bahagia maka harus menjalankan kebahagiaan menurut keutamaan. Baik memiliki tujuan dalam setiap tindakannya, jika banyak tujuan baik yang dilakukan maka banyak pula kebaikan yang didapat dan hal tersebut diperoleh lewat tindakan, yang mencukupi untuk diri sendiri dan yang diinginkan dari yang baik ialah kebahagiaan. Bagi Aristoteles suatu yang baik adalah yang membawa manfaat dan yang buruk tidak menghasilkan manfaat. Dalam pandangan islam etika Aristoteles memiliki perbedaan dimana etika Aristoteles lebih bersifat keduniawian, mengedepankan kebahagiaan manusia itu sendiri dan dalam Islam lebih bersifat ukhrawi dan kebahagiaan tertinggi adalah dengan mengajarkan kebaikan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorAdzvar, ZainulUNSPECIFIED
Thesis advisorSa'ad, AslamUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Filsafat etika; Akal dan perbuatan; Rasio; Etika Islam
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 170 Ethics (Moral philosophy)
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Muhammad Khozin
Date Deposited: 25 Mar 2019 09:58
Last Modified: 25 Mar 2019 09:58
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/9224

Actions (login required)

View Item View Item