Peran teknologi dalam pembentukan hegemoni global dan implikasinya terhadap etika Islam : perspektif teori hegemoni Antonio Gramsci

Muslim, Imam (2018) Peran teknologi dalam pembentukan hegemoni global dan implikasinya terhadap etika Islam : perspektif teori hegemoni Antonio Gramsci. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
134111028.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Skripsi dengan judul peran teknologi dalam pembentukan hegemoni global dan implikasinya terhadap etika Islam ini, bertujuan menjawab bagaimana persoalan tentang peran teknologi dalam membentuk hegemoni global dan bagaimana implikasinya terhadap etika Islam, dengan analisa diskriptif kualitatif dan menggunakan data kepustakaan (library Research). Peneliti berusaha menjawab dua persoalan mendasar tentang bagaimana peran teknologi dalam pembentukan hegemoni global dan implikasi teknologi terhadap etika Islam. Pertama, Teknologi terbukti berperan dalam pembentukan hegemoni global sesuai dengan pemikiran Antonio Gramsci. Karena keberadaan teknologi dan produk rekayasanya telah mengarahkan, mengontrol atau menyetir manusia menuju gaya hidup teknologis. Teknologi telah menghegemoni atau mengarahkan bahkan mengontrol manusia pada budaya dan ideologi, gaya hidup, nilai baik dan buruk melalui rekonstruksi realitas yang dihadirkan oleh teknologi. Sehingga menyebabkan terciptanya nalar umum atau commonsense yang dianggap wajar dan normal, dan membentuk persetujuan spontan masyarakat dalam keadaan damai tanpa paksaan. Kedua, Keberadaan teknologi juga berimplikasi terhadap etika dalam masyarakat. Keberadaan Saracen dan Muslym Cyber Army adalah bukti teknologi berimplikasi negatif pada etika masyarakat Islam. Pelaku- pelakunya beragama Islam yang sengaja memproduksi ide-ide dan mengontrol wacana etik masyarakat dengan menyebarkan SARA, ujaran kebencian, dan informasi palsu yang menyerang individu, etnis dan agama tertentu. Kasus di Timur Tengah yang menggunakan kecanggihan teknologi, seperti persenjataan dan bom nuklir hanya untuk berperang dan berebut wilayah, tanpa memperhatikan kelangsungan generasi yang akan datang. Masyarakat mengalami disintegrasi, padahal jelas agama Islam mengajarkan persatuan dan menghindari perselisihan (QS. Al Baqarah: 213), mengajak pada kebaikan dan mencegah pada kemungkaran (QS Ali Imron: 114), bersikap amanah dan adil (QS. An Nisa: 58), masyarakat yang terbaik (QS. Ali Imron: 110), dan kesemuanya dalam rangka untuk mencapai kebahagiaan. xiii Teknologi juga berimplikasi positif dalam memberikan kemudahan dan kecepatan dalam memenuhi kebutuhan manusia. Salah satunya, implikasi teknologi terhadap etika dakwah Islam yang mengalami kemudahan dan kecepatan dalam transfer ideologi dan pemikiran serta ajaran agama kepada masyarakat secara luas. Disatu sisi, masyarakat yang sudah menubuh dengan teknologi, menyebabkan ajaran Islam sangat mudah diterima dan mengalami kemajuan pesat serta penerimaan secara luas dimasyarakat. Terbukti, saat ini masyarakat Islam di Indonesia menjadi yang terbanyak di dunia.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorAmin, NasihunUNSPECIFIED
Thesis advisorTsuwaibah, TsuwaibahUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Teknologi; Hegemoni global; Etika Islam; Teori hegemoni
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice
300 Social sciences > 302 Social interaction
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Muhammad Khozin
Date Deposited: 25 Mar 2019 10:07
Last Modified: 25 Mar 2019 10:07
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/9225

Actions (login required)

View Item View Item