Menikah bagi perempuan : studi kritis terhadap pemikiran Simone De Beauvoir

Ubudiyah, Muroqiyul (2018) Menikah bagi perempuan : studi kritis terhadap pemikiran Simone De Beauvoir. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
1404016053.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Pernikahan merupakahan ikatan antara laki-laki dan perempuan dengan rukun dan syarat tertentu, sehingga hubungan laki-laki dan perempuan menjadi sah secara agama dan negara. Tujuan dari suatu pernikahan adalah untuk membina keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, antara suami dan istri harus saling memenuhi hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh mereka. Selain itu, antara suami dan istri harus saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing, saling memahami, menyayangi, dan menghargai supaya tidak terjadi kesalahpahaman diantara suami dan istri. Penelitian ini, memiliki permasalahan yang berkaitan dengan pemikiran seorang feminis dan juga filsuf Barat dari Prancis yang bernama Simone de Beauvoir. Ia mengungkapkan bahwa pernikahan hanya membuat perempuan sakit dan frustasi, karena dalam pernikahan perempuan tidak memiliki kebebasan untuk melakukan suatu apapun. Kehidupan perempuan setelah menikah terikat oleh suami. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah “faktor-faktor yang membentuk nalar pemikiran Simone de Beauvoir tentang menikah bagi perempuan dan pandangan Islam mengenai menikah bagi perempuan menurut pemikiran Simone de Beauvoir”. Untuk menjawab permasalahan dari skripsi ini, penulis memiliki metode untuk menyelesaikannya. Yaitu dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui kepustakaan buku, jurnal, skripsi, makalah, artikel, dll yang berhubungan dengan judul dalam skripsi ini. Setelah data terkumpul, penulis mendeskripsikan, memahami dan menganalisa pemikiran dari Simone de Beauvoir tentang menikah bagi perempuan. Skripsi ini berjudul “Menikah Bagi Perempuan (Studi Kritis Terhadap Pemikiran Simone de Beauvoir)” menghasilkan beberapa kesimpulan diantaranya: Faktor pemikiran Beauvoir tentang menikah bagi perempuan, ia mengamati orang-orang yang hidup dalam ideologi patriarki dan dibentuk dari nalar rasionalisme filsafat barat yang menganggap kedudukan perempuan lebih rendah dari pada laki-laki. Pandangan Islam tentang pernikahan berbeda dengan pernikahan yang ada dalam budaya patriarki. Dalam budaya patriarki pernikahan bagi perempuan membuat mereka merasa tersakiti dan frustasi, sedangkan dalam slam pernikahan bermanfaat bagi yang menjalankannya.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorAmin, NasihunUNSPECIFIED
Thesis advisorAdzvar, ZainulUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Menikah; Perempuan; Filsafat kritis
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 140 Specific philosophical schools > 142 Critical philosophy
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Muhammad Khozin
Date Deposited: 25 Mar 2019 10:29
Last Modified: 25 Mar 2019 10:29
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/9232

Actions (login required)

View Item View Item