Dar al fasiqin dalam Al-Qur’an

Azmi, Aulia Miftahul (2018) Dar al fasiqin dalam Al-Qur’an. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
134211136.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantara malaikat Jibril dan turun dalam suatu kondisi sosial masyarakat tertentu dan waktu tertentu. Dengan diturunkanya Al Qur’an sebagai sebuah wahyu, seyogyanya bisa menjadikan kehidupan kita berakhlak islami, yaitu bertingkah laku baik dalam bentuk perbuatan, ucapan dan pikiran. Didalamnya juga memuat kisah – kisah para nabi dan sifat kaumnya yang dapat dapat kita ambil hikmahnya agar tidak terulang pada masa kini. Seperti kisah kefasiqan yang melanda kaum Nabi Luth dan Nabi Nuh yang kemudian dibinasakan. Fasiq adalah sebuah perilaku menyimpang yang dapat melanda siapapun. Baik secara individu maupun kolektif, baik dalam lingkup kecil maupun luas. Orang fasiq merupakan orang yang percaya kepada Allah swt tetapi tidak mengamalkan perintahNya, bahkan melakukan perbuatan dosa atau secara singkat bisa dikatakan sebagai tidak peduli terhadap perintah Tuhan. Begitupula dengan pemakaian kata dar, dar tidak melulu hanya diartikan sebagai negara saja. Melainkan juga memiliki banyak varian makna. Oleh karenanya pembahasan mengenai dar juga diperlukan, agar kita dapat memahami keterkaitan kedua term tersebut. Dalam menjelaskan mengenai dar al fasiqin dalam al-Qur’an, peneliti menggunakan penelitian yang bersifat Library Research (penelitian kepustakaan) dengan menggunakan metode tematik, yakni dengan cara menghimpun ayat-ayat al-Qur'an yang memiliki maksud yang sama dan membahas satu topik masalah kemudian menganalisanya dari berbagai aspek. Sehingga, sumber utama (primer) yang penulis pakai dalam penelitian ini adalah al-Qur’an, dan sumber data skuundernya adalah kitab-kitab tafsir dan buku-buku yang berkaitan dengan tema. Sedangkan analisis yang penulis gunakan adalah analisisa deskriptif. Kata fasiq disebutkan dalam Al Qur’an sebanyak 54 kali dalam 23 surah sedangkan kata dar terdapat dalam 12 surah. Dalam masing ayat terdapat perbedaan makna fasiq antara satu dengan yang lain. Dari perbedaan itulah penulis dapat membuat indikator dan ruang lingkup dari dar al fasiqin. Baik dar al fasiqin dalam lingkup kecil/rumah, dar al fasiqin dalam lingkup menengah/kelompok masyarakat dan dar al fasiqin dalam lingkup luas/negara.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorMundhir, MundhirUNSPECIFIED
Thesis advisorMusyafik, AhmadUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Fasiq; Tafsir Alquran
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir (Tafsir Hadis)
Depositing User: Muhammad Khozin
Date Deposited: 26 Mar 2019 05:49
Last Modified: 26 Mar 2019 05:49
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/9250

Actions (login required)

View Item View Item