Implikasi pembacaan Shalawat Burdah : studi Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Desa Tegal Wangi, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal

Ramadhani, Muhammad Fajri Tsani (2018) Implikasi pembacaan Shalawat Burdah : studi Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Desa Tegal Wangi, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
134411067.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB) | Preview

Abstract

Masyarakat dalam beragama tidak dapat lepas dari budaya atau tradisi yang membentuknya. Demikian pula dalam berbudaya, yang tidak dapat lepas dari keyakinan dasar mengenai kehidupan, yang di dalam agama sangat berperan besar. Tradisi keagamaan shalawat yang dilaksanakan oleh masyarakat di Indonesia adalah bentuk kecintaannya terhadap Nabi Muhammad SAW. Adapun metode penelitian skripsi ini menggunakan data field research (lapangan) Kualitatif, Subyek dalam penelitian ini adalah pengasuh, Ustadz, Santri, jamaah Ponpes Mambaul Hikmah serta pelaku pada tradisi pembacaan shalawat Burdah, Objek penelitian ini adalah apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Adapun yang menjadi objek penelitian ini adalah tradisi pembacaan shalawat Burdah dan implikasi pembacaan shalawat Burdah tersebut. Pengambilan data menggunakan metode observasi, wawancara bebas, dokumentasi. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisis dengan metode Deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa: Pelaksanaan tradisi pembacaan shalawat Burdah dilakukan setiap minggu bada’ Maghrib dan dilakukan di masjid as-Shofa Ponpes Mambaul Hikmah. Tahap pertama, tradisi shalawat Burdah diawali dengan membaca surat al-Fatihah secara bersama-sama yang dipimpin oleh imam. Pembacaan surat al- Fatihah dikhususkan kepada Nabi SAW., Imam Bushiri sebagai pengarang Burdah, para auliya illah, guru, dan orang-orang shaleh. kemudian membaca ayat yang berkenaan dengan shalawat (Q.S. Al-Ahzab:56). selanjutnya pembacaan shalawat Burdah di baca secara bersama-sama dan pada tahap akhir ditutup dengan doa yang dibaca oleh Imam. Setelah shalawat Burdah selesai, selanjutnya hidangan makanan ringan dan minuman seperti air mineral dan roti disajikan. Setelah itu dilanjutkan dengan kajian kitab Ihya Ulumuddin.. Dari keseluruhan tahap pelaksanaan tradisi shalawat Burdah memakan waktu ± 90 menit, jadi sekitar pukul 20.00 baru selesai, dan Implikasinya adalah bahwa menurut masyarakat Ponpes Mambaul Hikmah Tegal sebelum mengikuti tradisi pembacaan shalawat Burdah ini, mereka merasa takut dan khawatir serta gelisah, sedangkan setelah mengikuti tradisi pembacaan shalawat Burdah ini, mereka berkeyakinan bahwa dengan membaca shalawat ini masyarakat mempunyai ikatan yang kuat kepada Nabi SAW, serta bisa membuat hati terasa tenang. tidak sedikit jamaah yang menunjukkan perubahan perilaku dalam kehidupannya setelah menjadi jamaah Majelis shalawat Burdah. Misalkan dalam keberagamaannya, interaksinya dalam lingkungan keluarga atau pekerjaannya menjadi lebih baik. Minimal jamaah yang baru mengikuti akan merasakan ketenangan hati, meskipun di luar sana banyak terjadi kekacauan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorAnshori, BahroonUNSPECIFIED
Thesis advisorRejeki, SriUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Shalawat Burdah; Santri; Pondok pesantren
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.3 Islamic Worship / Ibadah > 297.38 Rites, prayer
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tasawuf dan Psikoterapi
Depositing User: Muhammad Khozin
Date Deposited: 27 Mar 2019 00:32
Last Modified: 27 Mar 2019 00:32
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/9264

Actions (login required)

View Item View Item