Nazir wakaf berbasis wirausaha sosial di Yayasan Muslimin Kota Pekalongan

Furqon, Ahmad (2016) Nazir wakaf berbasis wirausaha sosial di Yayasan Muslimin Kota Pekalongan. Madania: Jurnal Kajian Keislaman, 20 (1). pp. 55-68. ISSN 1410-8143 (print); 2501-1826 (online)

[img]
Preview
Text
Ahmad_Furqon_Nazhir_Wakaf_berbasis_Wirausaha_Sosial_(Jurnal_Madania).pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (361kB) | Preview
Official URL: http://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/madan...

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep kompetensi nazir berbasis wirausaha sosial dengan meninjau kompetensi nazir Bisnis Center Pekalongan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian manajemen yang bersifat deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah nazir wakaf berbasis wirausaha sosial, harus memiliki tiga kompetensi, yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap, dan nazir wakaf Bisnis Center Pekalongan belum memiliki kompetensi wirausaha sosial secara menyeluruh karena hanya sebagian kecil menempuh pendidikan formal kewirausahaan dan hanya sebagian kecil nazir yang memahami ketentuan perundang-undangan serta kurangnya pemahaman tentang mereka terhadap model pembiayaan modern oleh karena itu mereka masih cenderung menerapkan system tradisional penyewahan dan tukar guling, namun pada prinsipnya mereka sudah memiliki jiwa wirausahan karena umumnya mereka berasal dari pengusaha tetapi mereka masih perlu pengetahuan yang dapat diperoleh melalui pelatihan. ABSTRACT: This research is aimed at formulating the concept of social-entrepreneurs-based competence of waqf nazhir as well as reviewing the competence of the manager of Pekalongan Business Center. The design of this study is descriptive qualitative. The result of the research is social-entrepreneur waqf nazhir should have knowledge, skill, and attitude and waqf nazhir(s) are not qualified as social entrepreneur because only a few of nazhir(s) of Yayayasan Muslimin Kota Pekalongan (YMKP) who completes formal education on entrepreneurship. Concequently, only a few of nazhir(s) have enough knowledge regarding to the regulations of waqf. Moreover, their understanding on the models of funding is still low and they still implementing traditional funding such as the rental costs and swapping, instead of modern funding. On the other hands, the nazhir of YMKP have strengths because most of them basically are intrepeneurs but they need further training.

[error in script]
Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Nazir wakaf; Wirausaha sosial; Pengelolaan wakaf
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.54 Zakat (Wakaf, Hibah, Infak, Sedekah, dll.)
Divisions: Artikel Jurnal (Journal Articles)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 06 Apr 2019 04:31
Last Modified: 06 Apr 2019 04:31
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/9464

Actions (login required)

View Item View Item