Problematika madrasah pesisir dalam implementasi kurikulum 2013 : kasus MI Raudlatul Wildan Gribigan Wedung dan MTs NU Raudlatul Mu’alimin Wedung Demak

Junaedi, Mahfud (2014) Problematika madrasah pesisir dalam implementasi kurikulum 2013 : kasus MI Raudlatul Wildan Gribigan Wedung dan MTs NU Raudlatul Mu’alimin Wedung Demak. Research report (Laporan penelitian). Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Walisongo, Semarang. (Submitted)

[img]
Preview
Text
Mahfud_Junaidi-PENELITIAN 3. PROBLEMATKA IMPLEMENTASI K13 DI MADRASAH.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Judul lengkap dari penelitian ini adalah “Problematika Madrasah Pesisir dalam Implementasi Kurikulum 2013 (Kasus MI Raudlatul Wildan Gribigan Wedung dan MTs NU Raudlatul Mu’alimin Wedung Demak)”. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif (Qualitatif Approach) sehingga penulis hanya melakukan interpretasi data yang terkumpul. Data yang menjadi fokus penelitian ini adalah implementasi kurikulum 2013 di MI Raudlatul Wildan dan MTs NU Raudlatul Muállimin. Tema ini menjadi pilihan peneliti dikarenakan madrasah di daerah pesisiran dalam hal ini Wedung memiliki budaya pendidikan yang unik dan memiliki tradisi pendidikan yang sudah cukup tua sebagai warisan budaya (cultural heritage) dari para penyebar Islam, dan dipilihnya madrasah swasta karena madrasah swasta lebih merupakan aspirasi masyarakat dan pengelolaanya sepenuhnya oleh masyarakat. MI Raudlatul Wildan dan MTs NU Raudlatul Muállimin yang didirikian oleh tokoh agama, perangkat desa dan masyarakat setempat mampu menyesuaikan diri dengan beberapa perubahan kebijakan pemerintah tentang pendidikan (kurikulum baru), dan semakin berkembang. Dengan model implementasi kurikulum 2013 di MI Raudlatul Wildan Gribigan dan MTs NU Raudlatul Muállimin Wedung ini, diharapkan mampu memberi inspirasi bagi para praktisi pendidikan madrasah dalam memaksimalkan implementasi kurikulum 2013 dan dalam mengatasi problematika yang dihadapi dalam implementasi kurikulum baru tersebut. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa stakeholder madrasah, dalam hal ini pengurus yayasan (komite madrasah), kepala madrasah, guru, dan peserta didik menghadapi problematikan dalam implementasi kurikulum 2013. Problem yang dihadapi yayasaan (komite madrasah) meliputi persoalan pembiayaan, pemenuhan fasilitas pembelajaran yang memadai, dan peningkatan kualitas guru. Problem yang dihadapi kepala madrasah adalah kurangnya sosialiasi dari pemerintah, dan persoalan merubah budaya madrasah. Problem yang dihadapi guru adalah belum adanya buku pegangan guru dan siswa, masalah kesiapan siswa, dan administrasi dan penilaian. Sedangkan problem yang dihadapi peserta didik adalah masalah adaptasi, dan masalah dukungan keluarga dan lingkungan. Dibutuhkan upaya yang serius dari semua pihak termasuk keterlibatan masyarakat secara aktif dalam memaksimalkan implementasi kurikulum 2013 di madrasah. Berangkat dari pemahaman di atas, maka penulis mencoba untuk memberikan suatu pemikiran bagaimana implementasi kurikulum 2013 yang ada di madrasah bisa dimaksimalkan sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi pengembangan madrasah tersebut.

[error in script]
Item Type: Monograph (Research report (Laporan penelitian))
Uncontrolled Keywords: Madrasah pesisir; Pendidikan Islam; Kurikulum 2013
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.77 Islamic religious education
300 Social sciences > 370 Education > 375 Curriculums
Divisions: Laporan Penelitian (Research Reports)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 25 Apr 2019 09:34
Last Modified: 25 Apr 2019 09:34
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/9538

Actions (login required)

View Item View Item