Tinjauan hukum Islam dan hukum positif terhadap praktik kepyur dalam pilkades tahun 2016 : studi kasus Desa Tanjunganom Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal

Istifadah, Nur (2019) Tinjauan hukum Islam dan hukum positif terhadap praktik kepyur dalam pilkades tahun 2016 : studi kasus Desa Tanjunganom Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img] Text
dokum KOMPLIT OKE 9.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Kepyur merupakan suatu fenomena yang berada dimasyarakat desa Tanjunanom Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal, kepyur sama halnya dengan suap atau money politic dalam bahasa arab di sebut dengan risywah. Fenomena ini biasa terjadi dimana ketika akan dilaksanakannya Pilkades (pemilihan kepala desa) pesta demokrasi rakyat tingkat desa. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui apakah fenomena kepyur yang ada dimasyarak patut untuk terus dilakukan ataukah tidak. Masyarakat desa sedikit banyak mengetahui norma dan hukum yang berlaku, akan tetapi adat yang telah ada dan berlaku sejak dahulu dan masih dilakukan hingga sekarang tidak bisa terkalahkan dengan syariat dan hukum yang telah diundangkan dan diberlakukan oleh pemerintah. Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka terdapat beberapa rumusan masalah. Pertama, bagaimana praktik kepyur yang terjadi di Desa Tanjunganom. Kedua, bagaimana praktik kepyur ditinjau dari segi hukum Islam dan hukum positif. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode penelitian empiris, yaitu suatu metode yang berfokus meneliti suatu fenomenea atau keadaan dari objek penelitian. Teknik penggalian data dilakukan dengan cara, observasi langsung ke lapangan atau ke tempat terjadinya kepyur tersebut, wawancara kepada warga desa dan pihak terkait, serta dokumentasi. Dari teknik yang dilakukan tersebut, dihasilkan sebuah data yang akan menunjukkan bagaimana kepyur itu dilakukan, unsur-unsur kepyur, klasifikasi dan model kepyur (risywah), bentuk dari kepyur serta bagaimana hukum Islam dan hukum positif memandang praktik kepyur tersebut. Dari hasil penelitian ini menyimpulkan pertama, bahwa praktik kepyur merupakan suatu adat kebiasaan serta suatu kepentingan dalam proses pemilihan yang dilakukan di Desa Tanjunganom. Adapun bentuk-bentuk kepyur berupa uang dan sembako/besekkan. Sasaran kepyur yaitu diberikan untuk para warga desa yang terdaftar sebagai pemilih aktif dalam Pilkades tahun 2016. Proses pelaksanaan kepyur untuk tokoh agama dan tokoh masyarakat diberikan dengan memberikan sumbangan simpatik, untuk kepyur yang diberikan kepada warga biasa yaitu melaui jago/tim sukses calon kepala desa dengan cara mendatangi rumah warga. Kedua, ditinjau dari segi hukum Islam bahwasanya kepyur merupakan suatu praktik yang bertentangan dengan hukum syara’ karena jika diqiyaskan unsur yang terdapat dalam kepyur sama halnya unsur yang terdapat dalam risywah yang dimana dalam syariat Islam risywah diharamkan. Ketiga, praktik kepyur juga bertentangan dengan Undang-Undang yang telah diberlakukan di Indonesia, dikarenakan unsur serta bentuk-bentuk dari kepyur sama halnya dengan unsur dan bentuk dari suap atau money politic. Kegiatan kepyur adalah suatu kegiatan pembelian suara yang dilakukan oleh calon atau jago (tim sukses) kepada para warga pada saat akan dilaksanakannya proses pemilihan kepala desa. Pemberian dengan unsur memberikan janji, atau atau memberikan uang atau materi lainnya kepada seseorang merupakan suatu pelanggaran dan dapat dikenai sanksi hukuman sesuai dengan peraturan pemerintah dalam negeri No. 112 tahun 2014 tentang pemilihan kepala desa.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorNurhadi, AgusUNSPECIFIED
Thesis advisorMarzuki, IsmailUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Hukum pidana Islam; Pemilihan kepala desa (Pilkades); Kepyur; Adat kebiasaan; gratifikasi
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.272 Islam and politics, fundamentalism
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Jinayah Siyasah (Hukum Pidana Islam)
Depositing User: Muhammad Khozin
Date Deposited: 18 Jun 2019 10:17
Last Modified: 18 Jun 2019 10:17
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/9701

Actions (login required)

View Item View Item