Analisis hukum ekonomi syariah terhadap monetisasi karya hak cipta pada portal Youtube

Yakub, Mohamad (2019) Analisis hukum ekonomi syariah terhadap monetisasi karya hak cipta pada portal Youtube. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI FULL.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

YouTube merupakan situs video yang menyediakan berbagai informasi berupa gambar bergerak . Situs ini disediakan bagi mereka yang ingin melakukan pencarian informasi video secara langsung. Kita juga bisa berpartisipasi meng-upload video ke server YouTube dan membagikannya ke seluruh dunia. Musik merupakan salah satu macam hak kekayaan intelektual atau hak cipta yang mendapatkan perlindungan hukum di Indonesia. Hak cipta ialah hak tunggal dari pada pencipta, atau hak milik yang melekat pada karya-karya musik, lukisan patung, karya arsitektur, film, dan lain-lain. Bahwa tidak sinkronya budaya dengan peraturan yang ada. Dalam penelitian ini terdapat dua rumusan masalah. Pertama, bagaimana praktek monetisasi video di portal YouTube?. Kedua, bagaimana analisis hukum ekonomi syari’ah terhadap monetisasi karya hak cipta pada portal YouTube? Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian normatif. Penelitian yang dilakukan bersifat doktrinal. Metode pengumpulan data yang peneliti gunakan yaitu dengan dokumentasi. Adapun metode analisis data yang digunakan yaitu analisis diskriptif, karena metode yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian ini memberikan jawaban bahwa memonetisasi karya hak cipta pada dasarnya boleh di lakukan. Namun ada beberap syarat yang harus di penuhi oleh kreator YouTube. Bahwa konten-konten yang di monetisasi harus mendapatkan izin dari pencipta karya itu. Konten yang tidak berlabel iTunes atau yang di rekam lewat televisi. Bila ingin memonetisasi karya orang lain, juga perlu izin tertulis kepada pencipta. Syarat yang lain channel yang ingin di monetisasi harus memenuhi syarat juga. Seperti memliki 1.000 subscriber, selama 1 tahun sudah ditonton sekurang-kurangnya 4.000 jam. Sementara menurut hukum Islam monetisasi ini pada dasarnya dilarang. Namun di perbolehkan dengan syarat-syarat tertentu. Setelah penulis analisis dengan istimbat hukum fiqh. Bahwa monetisasi ini sudah banyak merugikan pencipta lagu atau musik. Bila memang harus merubah aransemen maupun lyrik lagu atau musik setidaknya minta izin dahulu kepada pencipta. Pencipta tidak mendapatkan hak-haknya yang di atur dalam perundang-undangan maupun agama. Maka syarat-syarat tersebut sebagai berikut. Pertama konten tersebut sudah memiliki izin dari pencipta, yang kedua pemilik channel juga harus membagikan hasil ekonominya kepada pencipta dan hak terkait.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorNoor, AfifUNSPECIFIED
Thesis advisorRifqiawan, Raden ArfasUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Hukum ekonomi syariah; Monetisasi; Karya hak cipta; YouTube
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Depositing User: Muhammad Khozin
Date Deposited: 24 Jun 2019 07:50
Last Modified: 24 Jun 2019 07:50
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/9707

Actions (login required)

View Item View Item