Nusyūz dalam Al-Qur`ān menurut Amina Wadud Muhsin : analisis hermeneutika Gadamer

Hananta, Yor (2019) Nusyūz dalam Al-Qur`ān menurut Amina Wadud Muhsin : analisis hermeneutika Gadamer. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
skripsi full.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB) | Preview

Abstract

Munculnya gerakan-gerakan feminisme begitu me-warnai pradigma kehidupan manusia. Tidak terkecuali dalam paradigma pemikiran Islam dan bahkan mulai merambah masuk ke dalam ranah interpretasi Al-Qur`ān. Amina dengan Qur`an and Women melakukan dekontruksi besar-besaran dalam interpretas-interpretasi ayat-ayat Al-Qur`ān yang membahas tentang gender. Da-lam interpretasinya, ia menghasilkan konsep-konsep baru yang mendapat pertentangan dan kecaman dari berbagai pihak. Hal ini dilatarbelakangi interpretasinya yang bertentangan dengan interpretasi-interpretasi yang umumnya dipahami mayoritas komunitas muslim di dunia. Dalam penelitian ini, dibahas salah satu dari sekian banyak interpretasinya dalam Qur`an and Women yang secara khusus membahas nusyūz, bagaimana me-mahaminya, dan bagaimana penyikapan terhadap keragaman interpretasi yang muncul dalam dinamika keilmuan Islam. Dalam usaha mencapai tujuan penelitian tersebut, maka digunakan pendekatan Hermenutika Filosofis oleh Hans-Georg Gadamer. Pendekatan ini merupakan bentuk pendekatan yang luwes, realistis, dan terbuka, sehingga sesuai untuk digunakan pada penelitian yang bercorak cross-culture. Ia lebih cenderung menggunakan Dialektika Plato dalam prosesnya, sehingga penekanan dalam pendekatannya adalah tanya-jawab. Meski terkesan tidak jelas dan kurang populer, hermeneu-tika inilah yang menjadi pelopor dalam perkembangan Kajian Hermeneutika selanjutnya. Hasil Penelitian. Dengan latar belakang masalah, sebjek penelitian, tujuan penelitian, dan pendekatan tersebut, ditemukan beberapa poin pokok dalam interpretasi Amina Wadud tentang ayat-ayat Nusyūz. Pertama, sebab utama dari perlakuan sewenang-wenang para suami terhadap istrinya di be-berapa komuitas muslim bukan disebabkan oleh sistem sosial apa pun—patriarki, matriarki, atau pun egaliter. Kedua, sebagaimana interpretasi-insterpretasi yang ada selalu bersifat lokal, begitu pun interpretasi dalam Qur`an and Women dengan sudut pandang dan menjawab tuntu-tan/kebutuhan manusia Amerika. Ketiga, oleh karena in-terpretasi ini dilatarbelakangi sosial-budaya Amerika, maka seyogyanya tidak terjadi penghujatan terhadap in-dividu atau punpemahaman dari interpretasi mana pun. Hal ini dikarenakan perbedaan merupakan sunnahtullah, perbedaan antara manusia—dari segi pribadi, entis/ras, jenis, dan budayanya—ditujukan untuk saling memahami, dan Islam sebagai rahmatan li al-‘alamin dapat terwujud di tengah-tengah kehidupan manusia.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorMundhir, MundhirUNSPECIFIED
Thesis advisorPurwaningsih, SriUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Nusyūz; Hermeneutika; tafsir Alquran
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1229 Individual Suras and Groups of Suras
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir (Tafsir Hadis)
Depositing User: Ricky Dwi Kurnianto
Date Deposited: 02 Aug 2019 02:39
Last Modified: 02 Aug 2019 02:39
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/9919

Actions (login required)

View Item View Item