Konstruksi sosial keislaman pada jamaah Majelis Taklim Mafia Sholawat di Semarang

Fatihah, Siti Rohmatul (2019) Konstruksi sosial keislaman pada jamaah Majelis Taklim Mafia Sholawat di Semarang. Masters thesis, UIN Walisongo.

[img] Text
TESIS FULL.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Dakwah dilakukan biasanya hanya kepada orang-orang yang memiliki pengetahuan agama menengah ke atas. Sedangkan untuk mereka yang berlatar belakang kelam, masih sedikit sekali para Dai yang memfokuskan dakwahnya pada orang-orang ini. Padahal sebenarnya orang-orang Islam yang hidupnya dalam dunia kemaksiatan juga mempunyai keinginan untuk kembali kejalan yang benar. Mafia sholawat hadir memberikan wadah untuk mereka yang ingin bertobat dengan media shalawat. Jika keIslaman jamaah mafia ini benar-benar telah berubah menjadi insan yang lebih baik, tentulah melewati proses yang panjang. Konstruksi sosial keIslaman merupakan kenyataan sosial kehidupan sehari-hari mengenai dasar ajaran Islam yang dipahami dalam suatu proses dialektika. Terdapat tiga proses dialektika dalam konstruksi sosial, yakni tahap eksternalisai, objektivasi, dan internalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dakwah di jamaah Mafia sholawat dan konstruksi sosial keIslaman jamaah Mafia sholawat. Fokus utama untuk mengetahui bagaimana Dakwah di jamaah Mafia sholawat Semarang serta bagaimana konstruksi sosial keIslaman jamaah Mafia sholawat Semarang yang meliputi tahap eksternalisasi, objektivasi, sosialisai, dan internalisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; dakwah di jamaah Majelis taklim Mafia Sholawat ini dengan menggunakan berbagai media, diantaranya dengan menggunakan slogan-slogan yang mudah dikenal oleh jamaah, seperti sapaan khas untuk para jamaah, pakaian berwarna serba hitam, pemakaian aksesoris, dan lainnya, pembagian air mineral yang dipercaya membawa keberkahan, iringan musik yakni sholawat yang dilantunkan bersama-sama. Adanya tarian sufi oleh jamaah Mafia sholawat, kemudian agenda harian, mingguan, dan bulanan jamaah Mafia Sholawat. Adapun dalam proses pembentukan konstruksi sosial keislaman pada Jamaah Majelis Taklim Mafia Sholawat di Semarang, meliputi; pertama, tahap eksternalisasi, yakni penyesuaian diri jamaah dalam kelompok Mafia Sholawat, dengan terus beradaptasi mengikuti kegiatan dari jamaah. Kedua, Objektivasi, yakni hasil fisik atau mental dari eksternlisasi, jamaah Mafia mulai dengan sadar mengikuti kegiatan dalam pondok pesantren. Ketiga, sosialisasi. Dilakukan oleh Abah Ali untuk memperkenalkan dan memberikan arahan segala hal tentang Mafia sholawat. Keempat, internalisasi, merupakan penyerapan dari semua kegiatan, sehingga para jamaah pada akhirnya mengamalkan kegaitan agama dalam kehidupannya dan tidak lagi melakukan maksiat seperti di masa lalu.

[error in script]
Item Type: Thesis (Masters)
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorSulaiman, SulaimanUNSPECIFIED
Thesis advisorNurhadi, AgusUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Dakwah Islam; Konstruksi sosial; Jamaah majelis taklim
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah
300 Social sciences > 302 Social interaction
Divisions: Program Pascasarjana > Program Master (S2)
Depositing User: Ricky Dwi Kurnianto
Date Deposited: 05 Aug 2019 08:57
Last Modified: 05 Aug 2019 08:57
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/9953

Actions (login required)

View Item View Item