Rizqiani, Kiki (2008) Stres pasca stroke : studi analisis terhadap mantan penderita stroke di Perumnas Banyumanik Semarang. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[thumbnail of Skripsi 4103028 Kiki Rizqiani]
Preview
Text (Skripsi 4103028 Kiki Rizqiani)
4103028_KIKI_RIZQIANI.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “STRES PASCA STROKE (Studi Analisis Terhadap Mantan Penderita Stroke di Perumnas Banyumanik Semarang)”, yang dimaksud stres disini adalah adanya suatu tekanan atau tuntutan yang dialami individu atau organisme agar mampu beradapatsi atau menyesuaikan diri. Stres juga dapat diartikan sebagai suatu susunan atau reaksi-reaksi emosional yang diikuti, disertai oleh gangguan, tekanan psikologis dan juga menunjukkan pada suasana tertekan dalam organisme berkaitan dengan pemikiran atau situasi yang mengakibatkan kecemasan. Terjadinya stres didahului dengan adanya stressor (penyebab stres), penyebab ini bisa berasal dari diri sendiri, keluarga ataupun lingkungan sekitarnya. Seperti halnya yang terjadi setelah stroke. Mereka mengalami banyak perubahan terutama fisiknya. Karena perubahan ini bisa membuat seseorang merasa tertekan dan bisa menyebabkan stres.
Dari latar belakang tersebut penulis bermaksud untuk mengetahui Apakah stroke bisa menyebabkan stres? Bagaimana bentuk-bentuk stres pasca stroke? Dan upaya apa yang dilakukan untuk mengatasi stres pasca stroke?
Penelitian yang dilaksanakan penulis termasuk jenis penelitian field research (penelitian lapangan) dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi. Metode ini digunakan untuk mengetahui keadaan stres pasca stroke pada Mantan Penderita Stroke di Perumnas Banyumanik Semarang. Dan metode yang kedua adalah metode wawancara, jenis wawancara yang digunakan adalah wawancara tidak terstruktur artinya pedoman wawancaranya hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan. Metode ini digunakan untuk mencari data tentang cara yang digunakan untuk mengatasi stres pada Mantan Penderita Stroke.
Sedangkan dalam menganalisis penulis mengunakan metode diskriptif kualitatif yaitu sebuah pendekatan penelitian dengan cara menggambarkan temuan-temuan di lapangan dengan menganalisisnya secara kualitatif.
Adapun hasil dari penelitian penulis menemukan bahwa sebagian besar orang yang pernah menderita stroke mengalami stres. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan yang terjadi pada diri Mantan Penderita Stroke dan sampai sekarang belum kembali normal. Selain itu juga adanya perasaan takut, was-was dan cemas akan terkena stroke kembali sering menghinggapi pikiran Mantan Penderita Stroke. Karena hal tersebut akhirnya mereka menjadi sensitif, sering marah-marah dan berubah menjadi orang yang pendiam. Adapun yang dilakukan untuk mengatasi stres pasca stroke disini bersifat Medis (dengan pergi ke dokter) dan bersifat Psikologis seperti terapi suportif, relaksasi dan keagamaan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Stres; Penderita stroke; Gangguan mental
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 150 Psychology > 155 Differential and developmental psychology
600 Technology (Applied sciences) > 610 Medical sciences Medicine > 616 Diseases
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76236 - Tasawuf dan Psikoterapi
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 15 Sep 2020 04:17
Last Modified: 19 Jun 2021 02:00
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/11649

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics