Puspitarini, Dina (2008) Pembinaan terhadap anak autis di sekolah luar biasa negeri Semarang. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[thumbnail of Skripsi 4103040 Dina Puspitarini]
Preview
Text (Skripsi 4103040 Dina Puspitarini)
4103040_DINA_PUSPITARINI.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (991kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilakukan oleh Dina Puspitarini (4103040) dan berjudul Pembinaan Terhadap Anak Autis di Sekolah Luar Biasa Negeri Semarang.

Autis dapat diartikan sebagai suatu gangguan perkembangan yang komplek yang menyangkut komunikasi, interaksi sosial, gangguan sensoris, pola bermain, perilaku dan emosi dimana gangguan perkembangan ini akan nampak sebelum usia 3 tahun atau pada autis infantil sudah nampak sejak lahir. Salah satu metode yang efektif digunakan untuk membina anak autis adalah ABA (Applied Behaviour Analysis) yang diperkenalkan oleh Ivar O. Lovaas. Metode ABA merupakan merupakan ilmu terapan yang menggunakan prosedur perubahan perilaku untuk membantu seseorang menguasai suatu kemampuan atau aktivitas dengan ukuran nilai-nilai/standar yang ada di masyarakat. Sekolah Luar Biasa Negeri Semarang merupkan sekolah yang mendidik dan membina anak autis agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sebagimana anak normal lainnya dengan menggunakan metode ABA.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembinaan terhadap anak autis di Sekolah Luar Biasa Negeri Semarang Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang pengumpulan datanya menggunakan tehnik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Wawancara dilakukan kepada terapis dan guru. Sedangkan analisis datanya menggunakan metode deskripsi kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pelaksanaan pembinaan terhadap anak autis di Sekolah Luar Biasa Negeri Semarang menggunakan metode ABA (Applied Behavior Analysis) dengan menerapkan lima tehnik dari delapan tehnik yang dikembangkan dengan metode ABA. Lima tehnik tersebut adalah 1). Kepatuhan dan kontak mata adalah kunci masuk ke metoda ABA. Tapi sebenarnya metode apapun yang dipakai, apabila anak mampu patuh dan mampu membuat kontak mata, maka semakin mudah mengajarkan sesuatu pada anak; 2). Tehnik one-on-one; (satu terapis satu anak). Bila perlu dapat dipakai seorang co-terapis yang bertugas sebagai prompter (pemberi prompt/bantuan); 3). fading, mengarahkan anak pada perilaku target dengan arahan penuh, dan makin lama prompt makin dikurangi secara bertahap sampai akhirnya anak mampu melakukan tanpa prompt; 4). Chaining mengajarkan suatu perilaku kompleks, yang dipecah menjadi aktivitas-aktivitas kecil yang disusun menjadi suatu rangkaian atau untaian secara berurutan; dan 5).Mengajarkan konsep warna, angka, bentuk dan huruf. Selain menggunakan tehnik-tehnik yang dikembangkan berdasarkan metode ABA tersebut, SLB Negeri Semarang juga menggunakan terapi okupasi dan terapi wicara dalam memberikan pembinaan terhadap anak autis.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Anak autis; Sekolah luar biasa
Subjects: 300 Social sciences > 370 Education > 371 School management; special education > 371.9 Pendidikan khusus (spt.: pendidikan tuna netra)
600 Technology (Applied sciences) > 610 Medical sciences Medicine > 616 Diseases
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76236 - Tasawuf dan Psikoterapi
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 16 Sep 2020 01:36
Last Modified: 19 Jun 2021 01:59
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/11652

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics