Peranan Ajaran Tarekat Qadiriyah wan Naqsyabandiyah terhadap Pemahaman Makna Hidup Masyarakat Desa Sungai Pasir Kecamatan Pantai Lunci Kabupaten Sukamara Kalimantan Tengah

Soleha, Soleha (2012) Peranan Ajaran Tarekat Qadiriyah wan Naqsyabandiyah terhadap Pemahaman Makna Hidup Masyarakat Desa Sungai Pasir Kecamatan Pantai Lunci Kabupaten Sukamara Kalimantan Tengah. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[thumbnail of 084411020_Coverdll.pdf]
Preview
Text
084411020_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 084411020_Bab1.pdf]
Preview
Text
084411020_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (104kB) | Preview
[thumbnail of 084411020_Bab2.pdf]
Preview
Text
084411020_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (297kB) | Preview
[thumbnail of 084411020_Bab3.pdf]
Preview
Text
084411020_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (203kB) | Preview
[thumbnail of 084411020_Bab4.pdf]
Preview
Text
084411020_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (137kB) | Preview
[thumbnail of 084411020_Bab5.pdf]
Preview
Text
084411020_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (33kB) | Preview
[thumbnail of 084411020_Bibliografi.pdf]
Preview
Text
084411020_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (30kB) | Preview

Abstract

Naqsyabandiyah adalah tarekat yang paling berpengaruh di Indonesia. Tarekat yang berkembang di Desa Sungai Pasir Kecamatan Pantai Lunci Kabupaten Sukamara Kalimantan Tengah adalah Tarekat Qadiriyah Wan Naqsyabandiyah yang merupakan tarekat gabungan Qadiriyah dan Naqsyabandiyah. Tarekat Qadiriyah Wan Naqsyabandiyah di desa Sungai Pasir ini terbentuk pada tanggal 20 Juli 2004 dipimpin oleh seorang Kiyai dari Jawa Timur yaitu KH. Muhammad Aly Bahruddin sebagai pengasuh Pondok Pesantren At-Taqwa Cabean Kejayan Pasuruan Jawa Timur, Tarekat di desa Sungai Pasir ini memiliki potensi keagamaan, sosial, ekonomi, dan kultural. Menjadi wahana penanaman nilai-nilai etika, spiritual dan keagamaan masyarakat. Sebagai gagasan pedoman dalam menentukan arah kehidupan yang optimal mencapai kebahagian untuk mempertebal keiman, keihlasan dalam segala amal ibadah yang di ridani Allah Swt. Di desa Sungai Pasir ini, eksistensi tarekat terasa kuat adaya, khususnya di kalangan kaum awam, yang mana mereka menaruh kepercayaan secara hampir mutlak kepada mursyidnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarekat Qadiriyah Wan Naqsyabandiyah di Desa Sungai Pasir memiliki ajaran dasar yang sama yaitu mengamalkan dzikir jahr dan dzikir khafy. Yang pertama adalah dengan melakukan dzikir nafy itsbât dengan membaca lā ilāha illā Allāh bersuara keras, sedangkan yang kedua melakukan dzikir ism zat dengan mengucapkan lafaz Allāh di dalam hati. Ajaran lain berupa Istigasah, khusyusi, dan manaqiban, yang bertumpu pada penguatan ubudiyah dan peningkatan akhlaq yang menekankan pada keselarasan aspek syarī’ah, tharīqah, dan haqīqah. Pengamalan-pengamalan ini membentuk ketenangan jiwa yang akan membawa individu mencapai kehidupan dunia akhirat hanya taqarrub Illāh. Ditandai oleh adanya pengakuan para jama’ah yang merasa makin mendalamnya pengalaman dan rasa kedekatan pada Allah Swt, dapat menjauhkan dari maksiat, meningkatkan keimanan dan menambah rasa khusyu’ dalam beribadah. Sedangkan pemahaman makna hidup yang bisa dilihat secara praktis adalah dari segi komitmen dan ketulusan mereka dalam menjalankan kehidupan untuk saling membantu sesama, baik dalam urusan agama maupun materi, namun hanya dalam batas-batas yang sederhana di karenakan terbatasnya kemampuan bagi mereka.
Dari uraian diatas, maka peneliti tertarik untuk mengangkat permasalahan tentang Peranan Ajaran Tarekat Qadiriyah Wan Naqsyabandiyah Terhadap Pemahaman Makna Hidup Masyarakat Desa Sungai Pasir Kecamatan Pantai Lunci Kabupaten Sukamara Kalimantan Tengah. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah Pertama, mengungkap dan menjelaskan sistem ajaran yang dikembangkan tarekat Qadiriyah Wan Naqsabandiyah (TQN) dalam membentuk pemahaman Makna Hidup pada masyarakat di Desa Sungai Pasir Kalimantan Tengah. Kedua, mengetahui bagaimana perkembangan pemahaman Makna Hidup masyarakat desa Sungai Pasir yang di hasilkan Tarekat Qadiriyah Wan Naqsyabandiyah (TQN) terhadap kehidupan para jama’ah tarekat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka peneliti mengadakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Dimana penelitian ini, lebih mengandalkan manusia sebagai informasi kunci. Selanjutnya, didalam penelitian kualitatif ini melakukan analisa data secara induktif, pengarahkan sasaran penelitiannya pada usaha menemukan teori dari dasar, bersifat deskriptif, lebih mementingkan proses daripada hasil, membatasi studi dengan fokus, memiliki seperangkat kriteria untuk memeriksa keabsahan data, dasar penelitiannya bersifat sementara, dan hasil penelitiannya disepakati oleh dua pihak : peneliti dan subjek penelitian. Bentuk metode pengumpulan data menggunakan Observasi serta, wawancara mendalam, dan dokumentasi.
Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Pada hakikatnya Kehidupan bermakna ditandai oleh hubungan pribadi yang saling menghormati dan saling menyayanggi, serta memberi manfaat dan mampu mengatasi berbagai kendala pada setiap situasi yang di hadapi. Sebab kehidupan bermakna memiliki tujuan hidup yang jelas sebagai pedoman dan arahan dalam menjalankan aktivitas-aktivitas dalam kehidupan, dan mampu melihat secara humoristik pengalamannya sendiri baik itu senang maupun pahit, dalam fikiran dan tindakan secara positif dan optimal serta dapat mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik dan sempurna dengan menjalankan kehidupan untuk beribadah yang sungguh-sungguh kepada Allah Swt. Hal ini dikarenakan kehidupan bermakna berdasarkan paradigma ibadah yang dinyakininya, dengan berlandaskan kualitas keimanan seseorang, sebesar apa seseorang menjalankan tarekat dalam kehidupannya sehari-hari. Individu yang memiliki pemahaman dan aflikasi yang tinggi tarhadap ajaran Tarekat Qadiriyah Wan Naqsabandiyah maka akan memiliki pemahaman yang tinggi pula terhadap pemahaman makna hidup mereka.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Ajaran Tarekat; Qadiriyah wa Naqsyabandiyah; Pemahaman Makna Hidup
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.4 Sufism > 297.45 Sufi ethics
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76236 - Tasawuf dan Psikoterapi
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 28 Nov 2013 07:42
Last Modified: 19 Jun 2021 04:13
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/311

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics