Purwowidodo, Purwowidodo (2015) Studi keanekaragaman hayati kupu-kupu (sub ordo Rhopalocera) dan peranan ekologisnya di area hutan lindung kaki Gunung Prau Kab. Kendal Jawa Tengah. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of 113811016.pdf]
Preview
Text
113811016.pdf - Accepted Version

Download (8MB) | Preview

Abstract

Keanekaragaman kupu-kupu (Sub Ordo Rhopalocera) di Indonesia merupakan potensi kekayaan fauna yang belum banyak diketahui, termasuk di kawasan Hutan Lindung, Kaki Gunung Prau, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Penelitian tentang keanekaragaman kupu-kupu dan peranannya secara ekologis telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman kupu-kupu dan peranan ekologisnya di area studi. Jenis penelitian kualitatif lapangan. Metode pengambilan data menggunakan purposive sampling dengan teknik transek sampel kuadrat (quadrat sampling transect) melalui tiga kali pengulangan. Analisis kuantitatif indeks biologi kupu-kupu menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, keseragaman atau kemerataan Pielou, dan dominansi Simpson. Keanekaragaman karakter jenis kupu-kupu, indeks perhitungan, dan peranan ekologisnya dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian diperoleh keanekaragaman jenis kupu-kupu sebanyak 34 spesies dan tersebar ke dalam lima famili. Hasil studi juga menemukan satu spesies termasuk jenis yang dilindungi, yaitu Troides helena. Hasil analisis indeks keanekaragaman memperlihatkan dua stasiun, stasiun tiga dan dua keanekaragaman tergolong sedang dengan indeks angka terlihat lebih signifikan (H´=2,23775 dan H´=2,13111), keseragaman keduanya tergolong merata (E=0,9718) dan hampir merata (E=0,9255), serta tidak terdapat dominansi; stasiun pertama kategori keanekaragaman juga tergolong sedang dengan catatan indeks angka terlihat tidak terlalu signifikan (H´=1,36134), keseragaman cukup merata (E=0,5912), dan tidak terdapat dominansi yang menonjol (D=0,48484), namun cenderung berpotensi adanya dominansi salah satu jenis (Eurema spp.). Interpretasi hasil analisis ketiga indeks menunjukkan bahwa kondisi habitat di stasiun ketiga dan kedua sangat bervariasi dan memiliki tingkat heterogenitas yang lebih baik. Kondisi habitat di stasiun pertama cenderung kurang beragam dan lebih didominasi oleh rumput-rumputan, semak, dan herba. Secara ekologis kupu-kupu berperan penting sebagai penyeimbang ekosistem (homeostatis)―agen polinator―dan bioindikator kualitas lingkungan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Keanekaragamaan hayati; Kupu-kupu; Ekologi; Hutan lindung
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 570 Biology > 577 Ecology
500 Natural sciences and mathematics > 590 Animals (Zoological sciences) > 595 Arthropoda
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Tadris > 84205 - Pendidikan Biologi
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 28 Mar 2016 05:43
Last Modified: 21 May 2021 03:39
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5168

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics