Peran ulama dalam upaya-upaya penyelesaian budaya Carok di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan-Madura

Antariksa, Robert (2016) Peran ulama dalam upaya-upaya penyelesaian budaya Carok di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan-Madura. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[thumbnail of 112211049.pdf]
Preview
Text
112211049.pdf - Accepted Version

Download (5MB) | Preview

Abstract

Penelitian tentang kekerasan banyak dilakukan dalam disiplin ilmu, Salah seorang peneliti kekerasan bernama Dr. A. Latief Wiyata, dengan judul bukunya CAROK, Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura (2002). Buku ini ditulis berdasarkan disertasinya. Dijelaskan bahwa carok diteliti sebagai masalah, dalam konteks sosial-kultural, sosial-ekonomis dan historis. Berbicara tentang kekerasan, tentu tidak lepas dari peran manusia sebagai pelaku kekerasan. Diantara sekian banyak ragam budaya yang terdapat di pulau Madura ada hal yang unik dari dahulu hingga sekarang yang masih berlangsung yaitu carok yang sudah mengakar dan bahkan sudah menjadi tradisi. Berangkat dari pemikiran A. Latief Wiyata, permasalahan yang akan diangkat adalah bagaimana peran ulama di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan-Madura dalam menyelesaikan masalah tanpa harus melakukan carok, apa yang menjadi landasan hukum bagi ulama dalam menyelesaikan budaya carok. Dengan demikian, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui terjadinya fenomena carok di tengah masyarakat Madura di Desa Bilaporah Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan Madura, dan untuk mengetahui mengapa masyarakat Desa Bilaporah Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan Madura memilih carok sebagai jalan penyelesaian masalah.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Orientasinya adalah untuk memahami makna gejala dan fenomena yang terjadi di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan Madura. Dalam preoses pengambilan data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Dari hasil penelitian yang ditemukan di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan Madura bahwa carok adalah upaya saling bunuh-membunuh yang dilakukan oleh orang laki-laki dengan menggunakan senjata tajam berupa celurit. Terjadinya carok di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan Madura dilatarbelakangi oleh persoalan pelecehan harga diri, merebut harta warisan dan aksi balas dendam. Penerapan sanksi yang selama ini terjadi di masyarakat Madura dalam hukum adat berupa pengasingan selama-lamanya dan keluarga korban (yang terbunuh) berhak untuk dinafkahi oleh pelaku yang membunuh, jika itu tidak terlaksana maka balas dendam adalah bahasa penuntasnya. Akan tetapi selama ini hukum yang berlaku di Desa Bilaporah tidak berjalan sebagaimana mestinya, hal ini disebabkan banyak pelaku carok yang langsung menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: Prof. Dr. H. A. Fatah Idris, M. Ag.; Rustam DKAH., M. Ag.
Uncontrolled Keywords: Carok; Budaya Madura; Hukum pidana; Mediasi; Resolusi konflik
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.272 Islam and politics, fundamentalism
300 Social sciences > 390 Customs, etiquette, folklore > 394 General customs
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74231 - Hukum Pidana Islam
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 15 Sep 2016 00:17
Last Modified: 15 Sep 2016 00:17
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5729

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics