Pengangkatan pemimpin non-muslim dalam Al-Qur'an (studi penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsīr al-Miṣbāh)

Syariffudin, Rahmat (2016) Pengangkatan pemimpin non-muslim dalam Al-Qur'an (studi penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsīr al-Miṣbāh). Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI_114211038_ROHMAD SYARIFFUDIN]
Preview
Text (SKRIPSI_114211038_ROHMAD SYARIFFUDIN)
114211038.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Hubungan Muslim dan non-Muslim kerap diwarnai dengan isu-isu negatif, banyak yang berpandangan dengan salah satu aspek dalil al-Qur‟an bahwa tidak boleh Muslim bergaul dengan non-Muslim dengan berbagai alasan, apalagi mengangkat non-Muslim menjadi pemimpin Muslim. Al-Qur‟an sebagai kitab suci yang sudah dijamin keontetikanya akan tetap relevan disetiap tempat dan waktu. Di dalamnya ada beberapa ayat yang menjelaskan sejauh mana pelarangan dan pembolehanmengangkat non-Muslim menjadi pemimpin dalam urusan kenegaraan.Oleh karena itu, peneliti mengangkat tema pengangkatan pemimpin non-Muslim yang didasarkan pada penafsiran ayat-ayat al-Qur‟an. Penafsiran yang dijadikan acuan oleh peneliti adalah tafsir al-Misbah karya dari M. Quraish Shihab, Yang tafsirnya dikenal memiliki corak al-adabi al-ijtima’i. Selain itu tafsir al-Misbah merupakan tafsir kontemporer yang akomodatif dan relevan terhadap beragam masyarakat Islam.
Persoalan-persoalan yang akan dicari dari penelitian ini adalah pertama, bagaimana pemahaman dan penafsiran M. Quraish Shihab terhadap ayat-ayat al-Qur‟an yang melarang non-Muslim diangkat menjadi pemimpin. Kedua, bagaimana kontekstualisasinyamengangkat non-Muslim menjadi pemimpin dalam pemerintahan menurut M. QuraishShihab.
Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif dengan menggunakan metode Analisis deskriptif (analytical descriptive method) yakni suatu upaya mendeskripsikan penafsiran M. QuraishShihab terhadap pengangkatan pemimpin non-Muslim kemudian dianalisis dan dicari bagaimana kontekstualisasinya pada era sekarang ini.
Setelah melakukan penelitian, dapat diketahui bahwasanya, pengangkatan pemimpin non-Muslim menurut M. QuraishShihab adalah diperbolehkan dengan persyaratan-persyaratan tertentu.Karena diketahui pula, non-Muslim dibagi menjadi tiga golongan.Pertama,golongan non-Muslim yang bertikai dengan orang Muslim dan tidak terjalin perjanjian damai antar keduanya. Kedua,golongannon-Muslim yang bertikai dengan orang Muslim dan telah terjalin perjanjian damai untuk tidak saling menyerang. Ketiga, golongan non-Muslim yang hidup dan berdomisili dengan kaum Muslim serta menjalin kerukunan bernegara dan berbangsa, dapat hidup berdampingan bersama dengan kedamaian dan keadilan yang merata, sehingga menimbulkan masyarakat yang sejahtera.Maka kelompok yang ketiga inilah tidak dilarang mengangkatnya menjadi pemimpin dalam konteks kehidupan kemasyarakatan bukan dalam konteks keyakinan dan keagamaan Muslim.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: Mundhir, M. Ag.; MukhyarFanani, M. Ag.
Uncontrolled Keywords: Pemimpin non-muslim; Tafsir Al-Quran
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.272 Islam and politics, fundamentalism
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 30 Sep 2016 03:24
Last Modified: 26 Nov 2021 08:55
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5841

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics