Iddah wanita zina (studi komparatif pendapat Ibnu Qudamah dan Imam Al-Nawawi)

Umam, Khothibul (2016) Iddah wanita zina (studi komparatif pendapat Ibnu Qudamah dan Imam Al-Nawawi). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[thumbnail of COVER.pdf]
Preview
Text
COVER.pdf - Accepted Version

Download (699kB) | Preview
[thumbnail of BAB I.pdf]
Preview
Text
BAB I.pdf - Accepted Version

Download (137kB) | Preview
[thumbnail of BAB II.pdf]
Preview
Text
BAB II.pdf - Accepted Version

Download (378kB) | Preview
[thumbnail of BAB III.pdf]
Preview
Text
BAB III.pdf - Accepted Version

Download (271kB) | Preview
[thumbnail of BAB IV.pdf]
Preview
Text
BAB IV.pdf - Accepted Version

Download (312kB) | Preview
[thumbnail of BAB V.pdf]
Preview
Text
BAB V.pdf - Bibliography

Download (16kB) | Preview
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography

Download (292kB) | Preview

Abstract

Idah menurut ulama' fiqih disebabkan karena faktor perceraian dan kematian suami. Dari kedua faktor tersebut akan mengakibatkan masa tunggu dengan hitungan suci, bulan atau kelahiran. Alasan disyariatkannya idah adalah untuk mengetahui keberadaan rahim seorang bekas istri kosong atau berisi janin. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan idah berlaku bagi wanita zina. Dikarenakan apapun bentuk hubungan seksual yang dilakukan dalam atau di luar nikah akan mengakibatkan aktifitas rahim.
Tetapi persoalan wanita zina masih menjadi perdebatan, terkait dengan wajib atau tidaknya menjalani idah. Oleh karena itu dalam skripsi ini penulis tertarik membahas pendapat Ibnu Qudamah dan Imam Nawawi dalam masalah idah wanita zina. Tidak hanya memaparkan pendapat dari kedua Imam tersebut, tetapi penulis juga mencoba menggali metode istinba>t{ atau istidla>l yang digunakan oleh keduanya atas pendapatnya masing-masing. Kemudian penulis juga membahas bagaimana relevansi idah wanita zina terhadap hukum Islam di Indonesia.
Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode pengumpulan data dengan teknik dokumentasi. Setelah mendapatkan data yang diperlukan, maka data tersebut dianalisis dengan metode analisis komparatif.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ‘illat yang digunakan Ibnu Qudamah dalam menetapkan idah bagi wanita zina adalah bahwa zina merupakan hubungan kelamin yang mengakibatkan terjadinya aktifitas dalam rahim. Metode istinba>t{ yang digunakan Ibnu Qudamah dalam hal ini adalah al-Qur’an, al-Sunnah, dan Qiyas. Kemudian ‘illat yang digunakan Imam Nawawi dalam menetapkan tidak ada idah bagi wanita zina adalah tidak adanya kehormatan bagi pezina. Metode istinba>t{ yang digunakan adalah al-Qur’an, dan al-Sunnah.
Metode istinba>t{ yang digunakan kedua Imam tersebut tidak berbeda jauh, namun keduanya menghasilkan interpretasi yang berbeda. Hal ini juga dikarenakan oleh faktor-faktor internal maupun eksternal yang menyebabkan perbedaan pendapat antara Ibnu Qudamah dan Imam Nawawi tentang idah wanita zina.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: Drs. H. A. Ghozali, MSI.; Anthin Lathifah, M. Ag.
Uncontrolled Keywords: Masa Iddah; Zina
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74230 - Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhsiyyah)
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 25 Apr 2017 03:12
Last Modified: 25 Apr 2017 03:12
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/6746

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics