Abdul Basith R., Agus (2008) Studi perbandingan pendapat Imam Malik dan Imam Syafi’i tentang status perkawinan non muslim setelah masuk Islam. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[thumbnail of Skripsi_2102070_Agus_Abdul_Basith]
Preview
Text (Skripsi_2102070_Agus_Abdul_Basith)
2102070_AGUS_ABDUL_BASITH_R.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Ketika ada pasangan suami istri non muslim masuk Islam secara bersamaan, para ulama’ bersepakat bahwa status perkawinan mereka tetap sah dan tidak memerlukan pernikahan ulang sesuai dengan syari’at Islam. Namun ketika yang masuk Islam hanya suaminya, sedangkan istrinya tetap pada agamanya (non muslim), Para ulama’ berbeda pendapat mengenai hal tersebut, sebagaimana pendapat Imam Malik bahwa pernikahan tersebut putus seketika, ketika suami telah mengajak istri turut serta masuk Islam bersamanya, namun istri menolaknya. Sedangkan menurut Imam Syafi’i, status perkawinan tersebut masih ditangguhkan, jika istri tidak turut serta masuk Islam bersama suami sampai habis masa ‘iddah, maka perkawinan tersebut putus. Jika istri turut serta masuk Islam bersama suami pada masa ‘iddah belum habis, maka perkawinanya tetap sah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode istinbat yang dipakai Imam Malik dan Imam Syafi’i dalam setiap mengambil suatu keputusan hukum dan menemukan pendapat Imam Malik dan Imam Syafi’i dalam menetapkan status perkawinan non muslim setelah masuk Islam serta dalil apa yang digunakan dalam pendapatnya. Oleh karenanya penelitian ini menggunakan metode perbandingan, tujuannya untuk mengetahui unsur-unsur persamaan dan perbedaannya, yang pada ahirnya dapat menyimpulkan mengapa terjadi perbedaan pendapat dalam menetapkan status perkawinan non muslim setelah masuk Islam.
Berdasarkan analisa dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa perbedaan pendapat Imam Malik dan Imam Syafi’i ini disebabkan adanya pengaruh sosial, kultural budaya masyarakat dan perbedaan metode istinbat yang berbeda. Sehingga menghasilkan produk yang berbeda pula. Hal ini terlihat pada kehidupan Imam Malik yang selama hayatnya berada di kota Madinah, sehingga pemikiran dan Istinbat hukumnya banyak terpengaruh oleh ijma’ dan amalan ulama masyarakat Madinah waktu itu, karena kebiasaan penduduk Madinah dianggap sebagai kebiasaan Nabi Muhammad yang diriwayatkan secara Mutawatir. Serta pemikirannya murni tidak tersentuh dengan pemikiran ulama’ dari daerah lain. Berbeda dengan Imam Syafi’i yang selalu berpindah tempat tinggal, mulai dari Makkah ke Madinah diteruskan ke Baghdad lalu ke Yaman kemudian kembali ke Makkah dan pergi lagi ke Baghdad sampai akhirnya beliau wafat di Mesir. Maka metode istinbat Imam Syafi’i merupakan perpaduan antara berbagai aliran pada waktu itu (Ahl-Hadist dan Ahl-Ra’yi), yang selanjutnya banyak memekai Qiyas dalam menetapkan hukum.
Sehingga dalam menetapkan status perkawinan non muslim ketika yang masuk Islam suami terlebih dahulu, berbeda pendapat. Walaupun sama-sama menggunakan dalil utama (al-Qur’an) Surat Mumtahanah ayat 10, dikarena Imam Malik berpandangan bahwa yang mempunyai hak fasakh adalah laki-laki, maka keIsalaman ditentukan oleh Suami, dan Imam Syafi’i lebih mengedepankan Qiyas, maka beliau menyamakan antara yang masuk suami atau istri terlebih dahulu, maka status perkawinanya menunggu sampai masa ‘iddah habis.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Status perkawinan; Non muslim; Masuk Islam; Imam Syafii; Imam Malik
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74230 - Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhsiyyah)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 09 Nov 2020 03:14
Last Modified: 09 Nov 2020 03:14
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/11704

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics