Amri, Muhammad Ulil (2016) Hubungan islam dan negara: studi analisis terhadap pemikiran politik Mohammad Natsir. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[thumbnail of 2101258_Muhammad Ulil Amri.pdf]
Preview
Text
2101258_Muhammad Ulil Amri.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (990kB) | Preview

Abstract

Mencari posisi ideal relasi antara Negara dan agama merupakan kajian yang cukup klasik. Bagiamana seharusnya agama mengambil tempat dalam pemerintahan dan bagaimana negara bersikap terhadap agama merupakan diskursus yang akan terus bergulir tanpa dapat diketahui titik akhirnya. Terlebih lagi bagi Islam, sebagai agama yang tidak hanya berkutat pada wilayah teologis, Islam dengan segala konsekuensinya akan selalu dihadapkan dengan berbagai bentuk nilai yang mungkin saja memiliki inti dan akar sejarah yang berbeda –atau mungkin bertentangan–.
Adalah Mohammad Natsir, seorang tokoh “modernis Islam” yang secara tegas menyatakan bahwa seharusnya ada tempat yang lebih luas dan peran yang lebih besar bagi agama terkait kedudukannya dalam Negara. Dalam Islam, agama dan negara harus saling bergayut dalam upayanya mencapai khoirul ummat, yang tentunya akan menciptakan simbiosis mutualisme antara keduanya. Dalam pandangan Natsir Negara membutuhkan agama sebagai landasan ideal moral, sedang agama membutuhkan negara sebagai “kaki tangan” demi menjamin keberlangsungan ajarannya didunia.
Terlebih lagi di Indonesia, Natsir amat menyayangkan munculnya “sekulerisasi” Islam dan Negara oleh pihak-pihak, yang olehnya dianggap hanya berdasar pada alibi absurd. Dengan akar sejarah Islam di Indonesia dan watak holistik Islam itu sendiri, Natsir amat yakin bahwa ideal moral Islam akan memberikan dampak yang luar bias positif bagi keduanya.
Akankah semudah itu? Berbagai upaya sejenis yang telah dilakukan oleh berbagi tokoh terdahulu, pada kenyataannya tidak selalu dapat diaktualisasikan dalam realitas kehidupan modern. Akan tetapi dengan adanya kajian yang secara terus menerus, tidak menutup kemungkinan bahwa apa yang diharpakan oleh Natsir dan beberapa tokoh sejenis akan sedikit banyak terealisasikan.
Tulisan ini adalah tentang pemikiran-pemikiran politik Islam Mohammad Natsir yang dikaji penulis dengan teori-teori tertentu dalam mencari metodologi politiknya. Pembahasan ini di fokuskan pada pemikiran Islam dan masalah politik diera kemerdekaan negara Indonesia.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Politik Islam; Natsir; Nasir; Islam dan Politik; Islam dan Negara
Subjects: 300 Social sciences > 320 Political science (Politics and government) > 321 Systems of governments and states
300 Social sciences > 320 Political science (Politics and government) > 324 The political process
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74231 - Hukum Pidana Islam
Depositing User: Umar Falahul Alam
Date Deposited: 02 Dec 2020 07:40
Last Modified: 02 Dec 2020 07:40
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/11805

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics