Kurban Dalam Agama Hindu dan Islam :Tinjauan Substantif Fungsional

Saifudin, Muhammad Asep (2007) Kurban Dalam Agama Hindu dan Islam :Tinjauan Substantif Fungsional. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[thumbnail of NIM_4101147_Skripsi_Lengkap]
Preview
Text (NIM_4101147_Skripsi_Lengkap)
4101147_Muhammad Asep Saifudin_Lengkap.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (408kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Dalam kehidupan di dunia ini hampir semua manusia mempunyai agama ataupun kepercayaan yang diyakini dan dipeluknya. Setiap agama mempunyai anjuran untuk melakukan sesuatu dan larangan untuk melakukan sesuatu. Dalam agama, anjuran melakukan sesuatu terbilang banyak, misalnya: tentang beribadah, menolong orang lain ataupun anjuran tentang berkurban dan lain sebagainya.
Kurban merupakan suatu kegiatan yang dilakukan manusia sepanjang sejarah, namun demikian kurban banyak ragamnya antara agama satu dengan agama yang lain, tak terkecuali dalam agama Hindu dan Islam. Hal tersebut bisa terjadi karena adanya tuntunan dari kitab suci masing-masing agama itu sendiri.
Kajian mengenai kurban dalam agama Hindu dan Islam yang ditinjau dari substansi dan fungsinya adalah fokus yang menjadi kajian penelitian ini. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana substansi kurban dalam agama Hindu dan Islam, (2) Bagaimana fungsi kurban dalam agama Hindu dan Islam, (3) Bagaimana tata cara pelaksanaan kurban, (4) Bagaimana persamaan dan perbedaan kurban dalam agama Hindu dan Islam.
Penelitian ini menggunakan riset kepustakaan (library research). Setelah data terkumpul, kemudian dideskripsikan dan dikomparasikan serta dianalisis dengan menggunakan teknik content analysis.
Dari hasil penelitian daoat diketahui bahwa substansi kurban dalam Hindu yaitu suatu perbuatan suci yang didasarkan atas cinta kasih, pengabdian yang tukus ikhlas dengan tanpa pamrih, baik kepada kepada Hyang Widhi beserta manifestasinya maupun kepada sesama makhluk hidup agar tercipta kehidupan yang harmonis dan akan membawa manfaat yang besar bagi kelangsungan hidup makhluk di dunia. Dalam agama Islam, kurban mempunyai makna sebagai ungkapan rasa syukur serta penaklukkan ego sendiri untuk melawan dan mengenyahkan segala sesuatu yang akan menjauhkan diri di jalan Allah SWT.
Kurban dalam agama Hindu dan Islam merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Tuhan. Dalam agama Hindu kurban berfungsi sebagai salah satu sarana untuk menghubungkan diri dengan Tuhan yang dipuja. Selain itu, ia juga merupakan bentuk terima kasih dan sebagai peningkatan kualitas diri. Dalam agama Islam, kurban merupakan tradisi keagamaan yang dimulai sejak Nabi Ibrahim as. dan dikukuhkan dalam syariat nabi Muhammad saw. yang berfungsi sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah untuk membuktikan kebaktian dan kepatuhan kita kepada petunjuknya. Selain itu, fungsi yang lain yang terdapat dalam kurban yaitu fungsi sosial. Karena ikut memperhatikan kemaslahatan masyarakat dengan kesediaan berkurban.
Pelaksanaan kurban dalam agama Hindu dan Islam harus memperhatikan tata cara pelaksanaan. Dalam agama Hindu, Yadnya perlu memperhatikan desa, kala dan patra. Desa maksudnya adalah penyesuaian diri dengan bahan-bahan yang teredia di tempat yang bersangkutan. Kala, adalah penyesuaian terhadap waktu untuk menyelenggarakan Yadnya. Sedangkan patra, adalah keadaan yang harus menjadi perhitungan di dalam menyelenggarakan Yadnya. Selain harus memperhatikan ketiga hal tersebut, Yadnya bisa mempunyai pahala yang tinggi apabila Tri Manunggaling Yadnya dapat menyelenggarakan upacara yang satvika. Adapun yang dimaksud dengan Tri Manunggaling Yadnya adalah Sulinggih, Sarati dan Yajamana, yaitu orang yang mempunyai hajat. Sedangkan upacara yang satvika mempunyai unsur; (1) mempunyai pengorbanan yang tulus ikhlas, (2) bakti kepada Hyang Widhi, (3) damai, tentram dan bahgia, (4) mengerti akan makna dan tujuan upacara yang diselenggarakan. Sedangkan dalam agama Islam, dalam melaksanakan kurban harus memperhatikan tentang sembelihan. Adapun yang harus diperhatikan adalah; (1) sembelihan itu sah apabila dilakukan dengan tangan orang Islam atau orang ahli kitab, (2) bahwa semua yang mengalirkan darah dan memotong urat-urat leher, baik berupa besi atau batu keras atau kayu atau dahan kayu, bisa dipakai untuk menyembelih, (3) kerongkongan dan leher, tabung udara dan urat penelan hewan sembelihan harus putus saat disembelih, (4) niat atau pendorong keinginan penyembelih itu mesti sesuai yang diridhai Allah. Oleh karena itu, tidak sah sembelihan untuk paropoh atau tumbal, memulas batu landasan, gong, dan upacara-upacara bid’ah.
Kurban dalam agama Hindu dan Islam terdapat persamaan. Pertama, sebagai ungkapan rasa syukur atas semua kenikmatan yang diberikan Tuhan. Kedua, mengandung unsur sosial atau kebersamaan. Ketiga, untuk lebih mendekatkan diri dengan Tuhan dan mengoreksi diri. Sedangkan perbedaan kurban dalam agama Hindu dan Islam adalah; pertama, perbedaan mengenai hukum kurban. Dalam agama Hindu, kurban atau Yadnya merupakan kewajiban bagi umat untuk dilakukan, namun dalam Islam hukum kurban ialah sunnah muakkad bagi mereka yang mampu, kecuali kurban nadzar. Kedua, perbedaan mengenai materi yang dikurbankan. Apabila dalam Hindu materi (kurban) dapat sesuai dengan kemampuan Yajamana, yaitu yang punya kerja atau hajat sesuai dengan desa, kala dan patra, maka dalam Islam hanya hewan yang memenuhi syarat yang dapat dikurbankan. Ketiga, perbedaan mengenai tata cara pelaksanaan kurban. Keempat, mengenai waktu pelaksanaan kurban. Dalam agama Hindu, kurban dilaksanakan berdasarkan pada hari-hari tertentu (hari besar atau hari baik) dan ada juga yang dilaksanakan setiap hari yang disebut Yadya sesa. Sedangkan dalam Islam waktu pelaksanaan kurban ialah dari tanggal 10 sampai 13 Dzulhijah. Kelima, mengenai tempat pelaksanaan. Dalam Hindu, dalam upacara desa Yadnya dapat dilaksanakan di tempat-tempat suci, seperti sanggah atau pamerajan , pura dan yang setingkat dengan itu. Sedangkan dalam Islam, tempat pelaksanaan dapat dilakukan di tempat yang lapang di dekat masjid atau mushalla.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Kurban; Agama Hindu; Agama Islam
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion)
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.3 Islamic Worship / Ibadah
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.56 Specific moral issues
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76234 - Studi Agama-agama
Depositing User: Ana Afida
Date Deposited: 09 Dec 2020 23:51
Last Modified: 03 Jul 2021 07:20
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/11971

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics