Amin, Muhammad Syaifudin (2007) Analisis pendapat Imam Syafi’i tentang penggabungan maskawin dengan pemberian pada ayah perempuan. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[thumbnail of NIM_2100230_Skripsi_Lengkap]
Preview
Text (NIM_2100230_Skripsi_Lengkap)
NIM_2100230_Skripsi_Lengkap.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Permasalahan skripsi ini adalah bagaimana pendapat Imam Syafi’i tentang penggabungan maskawin dengan pemberian pada ayah perempuan? bagaimana metode istinbat hukum Imam Syafi’i tentang penggabungan maskawin dengan pemberian pada ayah perempuan? Dalam menyusun skripsi ini menggunakan jenis data kualitatif dengan pendekatan historis, yaitu suatu periodisasi atau tahapan-tahapan yang ditempuh untuk suatu penelitian sehingga dengan kemampuan yang ada dapat mencapai hakikat sejarah. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analisis yakni menggambarkan dan menganalisis pemikiran Imam Syafi'i tentang penggabungan maskawin dengan pemberian pada ayah perempuan. Data Primer, yaitu karya-karya Imam Syafi'i yang berhubungan dengan judul di atas yaitu al-Umm dan al-Risalah. Data Sekunder, yaitu literatur lainnya yang relevan dengan judul di atas. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik library research (penelitian kepustakaan). Sedangkan dalam menganalisis data, peneliti menggunakan analisis data kualitatif, yaitu data yang tidak bisa diukur atau dinilai dengan angka secara langsung, sebagai metode penelitian, maka teknik pengumpulan data berupa teknik dokumentasi atau studi dokumenter dengan meneliti sejumlah kepustakaan (library research). Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif dengan metode deskriptif analisis, dan historis.
Adapun sebagai hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa seorang ayah mempunyai anak gadis, dengan tanpa ragu ayah gadis tersebut mengajukan syarat yang berat pada calon menantunya dengan mengharapkan maskawin dan sejumlah materi untuk usahanya. Dengan demikian adanya peristiwa penggabungan maskawin dengan pemberian pada ayah perempuan, maka dalam hal ini Imam Syafi'i berpendapat bahwa cara pemberian maskawin secara bersyarat tersebut batal. Pendapat Syafi’i di atas menunjukkan bahwa nikahnya tetap sah tetapi persyaratan maskawin tidak terpenuhi dan menjadi batal. Menurut analisis penulis bahwa konsekuensi dari pendapat Imam Syafi'i tersebut di antaranya: pihak pria harus memberikan lagi maskawin karena maskawin yang pernah diberikan dianggap batal. Konsekuensi lebih lanjut yaitu pendapat Syafi'i mengandung pelajaran yang berharga pada orang tua perempuan bahwa ia sebagai orang tua dilarang mengajukan maskawin bersyarat untuk kepentingan dirinya dengan pengorbanan kepentingan anak perempuannya. Dengan kata lain orang tua perempuan tidak boleh mengambil keuntungan yang merupakan hak anak perempuannya. Penjelasannya bahwa calon mempelai pria wajib memberi maskawin, sedangkan memberi pada orang tua perempuan bukan sebagai kewajiban yang mempengaruhi kebaikan dalam pernikahan, jadi sifatnya fakultatif atau mubah/zaij. Dalam hubungannya dengan istinbat Hukum Imam Syafi'i tentang penggabungan maskawin dengan pemberian untuk ayah perempuan, maka istinbat hukum yang digunakan Imam al-Syafi'i yaitu: Al-Qur'an surat an-Nisa (4) ayat 4 dan 24 dan Hadis riwayat Bukhari dari Qutaibah dari Abdul Aziz bin Abi Khazim yang telah disepakati shahihnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Imam Syafi'i;maskawin
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74230 - Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhsiyyah)
Depositing User: Hartono Hartono
Date Deposited: 10 Dec 2020 03:41
Last Modified: 10 Dec 2020 03:41
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/11982

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics