Pola pendidikan agama anak-anak pemulung tempat pemrosesan akhir sampah (TPA) Jatibarang Semarang

Liana, Siti Nur (2019) Pola pendidikan agama anak-anak pemulung tempat pemrosesan akhir sampah (TPA) Jatibarang Semarang. Masters thesis, UIN Walisongo.

[thumbnail of TESIS_1600118017_SITI_NUR_LIANA]
Preview
Text (TESIS_1600118017_SITI_NUR_LIANA)
TESIS_1600118017_SITI_NUR_LIANA.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Sebagian pemulung mengganggap pendidikan itu tidak penting karena hanya menghabiskan uang dan membuang-buang waktu saja, tetapi sebagian pemulung lainnya menganggap pendidikan itu sangat penting terutama pendidikan agama supaya anak mempunyai akhlak yang baik dan dapat meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik, namun dalam menempuh pendidikan agama anak-anak pemulung mengalami kendala tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan pandangan pemulung terhadap pentingnya pendidikan agama anak-anak (2) menggambarkan pola pendidikan agama anak-anak pemulung TPA Jatibarang Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian diperoleh dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Analisis data meliputi reduksi data, display data, dan kesimpulan. Kajian ini menunjukkan bahwa: (1) Pemulung TPA Jatibarang menganggap pendidikan agama sangat penting bagi anak-anak mereka baik pemulung yang patuh terhadap ajaran agama maupun pemulung yang kurang patuh terhadap ajaran agama, namun tujuan pendidikan agama bagi anak-anak mereka mempunyai pandangan yang berbeda. Sebagian pemulung menganggap tujuan pendidikan agama untuk membentuk akhlak yang mulia dan untuk kesuksesan yang bersifat ukhrawi saja, sedangkan sebagian lainnya menganggap tujuan pendidikan agama selain untuk membentuk akhlak yang mulia dan untuk kesuksesan yang bersifat ukhrawi, juga untuk kesuksesan yang bersifat duniawi sehingga pendidikan yang diberikan kepada anak-anak harus seimbang antara ilmu agama dan ilmu umum supaya dapat meningkatkan kualitas kehidupan mereka. (2) Pola pendidikan agama anak-anak pemulung TPA Jatibarang Semarang berdasarkan keberagamaan orang tua dan lingkungan tempat tinggal memiliki pola yang berbeda-beda. Mereka semua menganggap penting pendidikan agama bagi anak-anaknya baik pendidikan agama dalam keluarga, sekolah formal, maupun nonformal sehingga bentuk pendidikan agama anak-anak berbentuk pendidikan informal, formal, dan nonformal, namun ada pula yang berbentuk pendidikan informal saja karena faktor minat dan kemampuan anak, serta faktor lingkungan tempat tingggal yang jauh dari lembaga pendidikan Islam. Pola pendidikan agama anak-anak pemulung berdasarkan keberagamaan pemulung adalah pemulung yang patuh terhadap ajaran agama cenderung lebih perhatian dan lebih disiplin dalam mendidik anak-anak mereka terutama dalam pendidikan shalat, mereka selalu mengingatkan, menasihati, bahkan sampai ada yang marah ketika anak enggan melaksanakan shalat, berbuat tidak baik, dan tidak menuruti perintah orang tua, sehingga anak-anak mereka sekarang terbiasa untuk melaksankan shalat lima waktu dan ibadah lain tanpa terlebih dahulu disuruh orang tua. Sedangkan pemulung yang kurang patuh terhadap ajaran agama cenderung kurang perhatian dan kurang disiplin terutama dalam pendidikan shalat anak-anak mereka, terkadang mereka mengingatkan dan menasihati ketika anak-anak enggan melaksanakan shalat, namun mereka sering juga membiarkannya. Pola pendidikan agama anak-anak pemulung berdasarkan lingkungan tempat tinggal dalam memilih lembaga pendidikan berbeda-beda tergantung pandangan dan lingkungannya, ada yang memasukkan anak-anaknya di TPQ, guru ngaji, madrasah diniyah, bahkan pondok pesantren, ada yang memilih sekolah yang berbasis agama Islam, sekolah negeri, sekolah kejuruan, bahkan hingga perguruan tinggi, namun ada pula yang putus sekolah akibat pergaulan bebas karena jauh dari orang tua. Materi dan metode yang digunakan pemulung dalam mendidik anak-anak mereka adalah akidah atau keimanan, ibadah, serta akhlak dengan metode keteladanan, pembiasaan, nasihat, perintah dan larangan, praktik, hukuman, ganjaran, dan metode kisah.

ABSTRACT:

Some scavengers consider that education is not important because just spent money and a waste of time, but some other scavengers consider that education is very important especially religious education so that children have good morals and improve the quality of life better, but in taking religious education scavenger children have experiences certain obtacles. This research aims to (1) to explain the view of scavengers on the importance of religious education for children’s (2) to describes the pattern of religious education for scavenger children of TPA Jatibarang Semarang. This type of research is qualitative research with a case study approach. The research data was obtained by the method of observation, interviews, and documentation. Test the validity of the data in this study using triangulation techniques. Data analysis includes data reduction, data display, and conclusions. This study shows that: (1) Scavengers condiser that religious education is very important for their children both obedient to religious teachings and who are less obedient to religious teachings, but the purpose of religious education for their children has a different views. Some scavengers assume the purpose of religious education to form a noble character and for success in only their afterlife, while others consider the purpose of reliugious education in addition to forming noble character and for success in their afterlife, also for worldly success so that education given to children must be balanced between religious knowledge and general science in order to improve the quality of their lives. (2) The pattern of religious education for scavenger children of the TPA Jatibarang Semarang based on the religion of parents and the living environment has different patterns. They all consider it important religious education for their children both in family religious education, formal, and non-formal schools so that the form of children’s religious education takes the form of informal, formal, and non-formal education, but there are also those that take the form of informal education only because of children’s interests and abilities, and living environment factors that are far from Islamic education institutions. The pattern of religious education of scavenger children based on the religion of scavengers is scavengers who obedient to religious teachings tend to be more attentive and more disciplined in educating their childrens, especially in prayer education. They always remind, advise, even those who are angry when children are reluctant to pray, do bed deeds, and do not obey the orders of parents, so that their children are now accustomed to perfoming five daily pray and other worship without being told bay patrents. Whereas scavengers who are less obedient to religious teachings tend to be less attentive and less disciplined especially in their children’s prayer education, sometimes they remind and advise when children are reluctant to do pray, but they often leave it too. The pattern of religious education of scavenger children based on their living environment in choosing educational institutions varies depending on their views and environment. Some included their children in TPQ, teachers of Qur’an, madrasah diniyah, even Islamic boarding schools, some choose Islamic-based schools, public schools, vocational schools, even universities,but there are also those who drop out of school due to promiscuity because they are far from parents. The material and methods used by scavengers in educating their children are aqidah or faith, worship, and morals with exemplary methods, habituation, advise, orders and prohibitions, practices, punishment, rewards, and story methods.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Pola pendidikan agama; Anak-anak pemulung; Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA); Jatibarang Semarang
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.77 Islamic religious education
Divisions: Program Pascasarjana > Program Master (S2) > 86108 - Pendidikan Agama Islam (S2)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 16 Feb 2021 07:34
Last Modified: 16 Feb 2021 07:34
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/12136

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics