Aliyah, Santi Shofiyatul (2020) Tradisi utang-piutang bersyarat terhadap petani dengan bakul gabah di Desa Undaan Lor Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_1502036020_Santi Shofiyatul Aliyah_Lengkap]
Preview
Text (Skripsi_1502036020_Santi Shofiyatul Aliyah_Lengkap)
1502036020_Santi Shofiyatul Aliyah_Lengkap Tugas Akhir - Santi Shofiyatul.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Utang-piutang dalam Islam adalah salah satu jenis pendekatan untuk bertabarru’ kepada Allah SWT. Terkadang dalam kehidupan sehari-hari memerlukan adanya Utang-piutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hukum utang-piutang pada asalnya diperbolehkan dalam syariat Islam. Bahkan orang yang memberikan hutang atau pinjaman kepada orang lain yang sangat membutuhkan adalah hal yang disukaidan dianjurkan, karena di dalamnya terdapat pahala yang besar. Praktek hutang piutang bersyarat sudah menjadi tradisi petani Desa Undaan Lor, Undaan Kudus. Bagi petani yang tidak memiliki cukup modal, biasanya berhutang pada bakul gabah, upaya tersebut terpaksa dilakukan demi memenuhi kebutuhan hidup. Dalam perjanjian peminjaman uang tersebut, para bakul gabah memberikan hutang namun dengan mensyaratkan kepada petani bahwa hasil panen harus dijual kepada mereka, serta penetapan harga jual secara sepihak oleh bakul gabah saja.

Berdasarkan permasalahan tersebut rumusan masalahnya adalah bagaimana praktik utang-piutang bersyarat anatara petani dengan bakul gabah di Desa Undaan Lor, Undaan Kudus? Bagaimana analisis hukum Islam terhadap praktik utang-piutang bersyarat antara petani dengan bakul gabah di Desa Undaan Lor, Undaan Kudus?

Penelitian ini merupakan bentuk penelitian hukum yuridis-empiris. Pendekatan yang digunakan peneliti adalah kualitatif. Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penulisan skripsi ini peneliti menggunakan sumber data primer dan sumber datasekunder. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalahobservasi, wawancara, dokumentasi. Kemudian data yang diperolehdianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis.

Penelitian ini menyimpulkan, pertama, bahwa praktik utang-piutang yang terjadi di Desa Undaan Lor, Undaan Kudus merupakan utang-piutang bersyarat antara petani dengan bakul gabahyang dilaksanakan secara lisan. Petani tersebut meminjam utang kepada bakul gabah sebagai modal untuk penanaman sampai panen. Tetapi ada perjanjian yang mengikat diantara petani dengan bakul gabah yaitu tambahan 50% dari pinjaman pinjaman awal saat pengembalian utang nanti serta syarat ketika waktu panen tiba hasil panen tersebut harus dijual kepada yang telah memberi hutang yaitu bakul gabah. Perjanjian tersebut dibuat secara lisan tidak ada istilah hitam diatas putih dan petani menyetujiannya sehingga oleh masyarakat Desa Undaan Lor akad tersebut dikatakan sah. Kedua, perspektif hukum islam praktik tersebuttidak diperbolehkan. Akad utang-piutang tersebut dapat dikategorikan sebagai al-‘urf al-fāsid karena akad utang-piutang tidak boleh dikaitkan dengan suatu persyaratan di luar utang-piutang itu sendiri yang menguntungkan pihak muqriḍ.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam; Utang-piutang.
Subjects: 300 Social sciences > 330 Economics
300 Social sciences > 330 Economics > 332 Financial economics > 332.7 Kredit, pembiayaan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74234 - Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Depositing User: Fahrurozi Fahrurozi
Date Deposited: 14 Jul 2021 13:58
Last Modified: 14 Jul 2021 13:58
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/13161

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics