Strategi komunikasi interpersonal pengajar dalam mengatasi kecemasan santri baru di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Nuril Anwar Sunggingan Kudus

Aida, Bakhita (2021) Strategi komunikasi interpersonal pengajar dalam mengatasi kecemasan santri baru di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Nuril Anwar Sunggingan Kudus. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Tesis_1801028007_Bakhita_Aida] Text (Tesis_1801028007_Bakhita_Aida)
Tesis_1801028007_Bakhita_Aida.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Perubahan adaptasi yang cepat dan tidak diiringi oleh kemampuan adaptasi yang baik akan menimbulkan kecemasan. Pada umur 6-12 tahun, perkembangan psikologi merupakan hal yang perlu diperhatikan karena memiliki beragam masalah pada sekolah barunya dan berdampak pada perkembangan psikologisnya. Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Nuril Anwar dipilih sebagai objek karena pada setiap ajaran baru, masih terdapat 25 % santri baru yang mengalami kecemasan seperti menangis, rasa ingin pulang, kabur dari pesantren, kenakalan anak hingga tidak menaati peraturan pesantren. Namun, pengasuh memiliki strategi khusus secara interpersonal untuk menghadapi kecemasan santri baru sehingga diperlukan waktu dua minggu bagi pengasuh dan pengajar untuk mengatasi kecemasan santri baru. Rumusan masalah penelitian adalah bagaimana kondisi santri baru yang mengalami kecemasan di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Nuril Anwar dan bagaimana strategi komunikasi interpersonal pengajar dalam mengatasi kecemasan santri baru di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Nuril Anwar. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kondisi santri baru yang mengalam kecemasan dan menganalisis pelaksanaan strategi komunikasi interpersonal pengajar dalam mengatasi kecemasan di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Nuril Anwar dengan metode kualitatif deskriptif pendekatan fenomenologi. Teori yang digunakan adalah teori pengurangan ketidakpastian, dan teori pengelolaan kecemasan. Hasil penelitian ini yaitu: (1) Kondisi santri baru adalah menangis, gangguan tidur, separation anxiety, menceritakan kesedihan, communication apprehension. Responden sebanyak 20 santri baru mengalami gejala kecemasan paling banyak adalah merasa berdebar debar atau grogi ketka berkomunikasi didepan umum atau sebanyak 9 santri baru. Gejala kecemasan dengan gangguan tidur atau sebanyak 8 santri baru. Posisi ketiga santri baru mengalami gejala kecemasan berupa sedih berada dalam lingkungan baru atau sebanyak 7 orang. Gejala kecemasan lainnya dirasakan oleh santri baru adalah rasa takut atau cemas, ketika berkomunikasi dengan pengakar, pengasuh dan teman baru. (2) Strategi komunikasi interpersonal pengajar dalam mengatasi kecemasan santri baru; intimacy relationship antara pengasuh, guru dan santri, storytelling, motivasi bakda maghrib, manipulasi informasi, dan terapi do’a.

ABSTRCT:
New students are required to be independent and able to adapt to the new environment. However, the demand to survive quickly will cause anxiety, if students have poor adaptability. Students with anxiety disorder show passive attitudes in their studies such as difficulty to keep up with the lessons, difficulty to adapt to the new living environment, disobeying the rules, and so on. At the age of 6 to 12 years, students’ psychological development needs more attention as student problems in their new school may affect their psychology. Nuril Anwar Tahfidz Al-Qur’an Islamic Boarding School is chosen as the object of study because, in every new year school, 25% of new students experience anxiety such as crying, wishing to go back home, running away from the boarding school, and disobeying the rules. Nevertheless, caregivers have particular interpersonal strategies to deal with new students' anxiety and it takes two weeks for caregivers and teachers to overcome new students' anxiety. This research aims to reveal the teacher's interpersonal communication strategies in overcoming new students' anxiety at Tahfidz Al-Qur'an Nuril Anwar Islamic Boarding School using aqualitative descriptive phenomenological approach. The theories used are uncertainty reduction theory, anxiety and uncertainty management theory, interaction adaptation theory, linkage theory, and information manipulation theory. The results of this study are: (1) New students' conditions are crying, having sleep disturbances, experiencing separation anxiety, telling sadness, and having communication apprehension. (2) The teachers' interpersonal communication strategy in overcoming new students’ anxiety; intimacy relationship between caregivers, teachers and students, storytelling, ba'da maghrib motivation, manipulation of information, do’a therapy.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Strategi komunikasi; Komunikasi interpersonal; Pengajar; Kecemasan; Santri baru; Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.77 Islamic religious education
300 Social sciences > 302 Social interaction > 302.2 Komunikasi > 302.22 Kinds of communication
Divisions: Program Pascasarjana > Program Master (S2) > 70133 - Komunikasi dan Penyiaran Islam (S2)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 02 Dec 2021 03:14
Last Modified: 02 Dec 2021 03:14
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/14113

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics