Telaah mengenai syafaq abyadh terhadap awal waktu isya persprektif astrofotografi : studi kasus di pantai Jomblom Kendal, Pantai Empurancak Jepara, dan pantai Cipta Semarang

Noosy, Aminudin (2022) Telaah mengenai syafaq abyadh terhadap awal waktu isya persprektif astrofotografi : studi kasus di pantai Jomblom Kendal, Pantai Empurancak Jepara, dan pantai Cipta Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_1802046074_Aminudin Noosy_Lengkap] Text (Skripsi_1802046074_Aminudin Noosy_Lengkap)
1802046074_Aminudin Noosy_Lengkap Skripsi - 6074 Aminudin Noosy.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB)

Abstract

Para Ulama bersepakat bahwa awal waktu salat Isya adalah mulai dari hilangnya syafaq ahmar. Namun seiring berkembangnya zaman, meningkatnya polusi cahaya di perkotaan memengaruhi tak terlihatnya bentangan langit malam sehingga hilangnya syafaq di ufuk Barat yang menjadi ketentuan masuknya awal salat Isya tidak bisa teramati dengan jelas.
Dengan itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian bagaimana pengamatan dan penentuan awal waktu Isya dengan menggunakan teknik astrofotografi di tiga tempat dengan tingkat kecerlangan langit (skala bortle) yang berbeda mulai dari yang terendah (hitam/kelas 1: pantai Jomblom Kendal) sedang (hijau/kelas 4: pantai Empurancak Jepara) hingga tertinggi (merah/kelas 7: pantai Cipta Semarang) yang berpedoman pada ketentuan Kemenag RI dengan ketinggian Matahari -18º untuk mencari hilangnya syafaq ahmar dan munculnya syafaq abyadh. Penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Data primernya berupa foto timelapse syafaq yang dilakukan di tiga lokasi dengan tingkat kecerlangan langit yang berbeda. Data sekundernya berasal dari jadwal waktu Isya Kemenag RI serta dokumen penunjang lainnya.
Penelitian ini menghasilkan dua temuan. Pertama, ditemukannya beberapa faktor antara lain; polusi cahaya, cuaca, hingga awan dan hujan yang memengaruhi cepat-lambat hilangnya cahaya syafaq di daerah dengan tingkat kecerlangan langit yang berbeda-beda. Kedua, dari ketiga lokasi yang penulis uji, lokasi sempurna yang paling layak digunakan pengamatan syafaq dengan metode astrofotografi untuk penentuan awal waktu Isya dengan ketinggian Matahari -18º adalah pantai Empurancak Jepara (kecerlangan langit berwarna hijau ke bawah/kelas 4 ke bawah).

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Syafaq abyadh; Syafaq; Astrofotografi; Isya
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 50202 - Ilmu Falak
Depositing User: Fahrurozi Fahrurozi
Date Deposited: 27 Feb 2023 09:56
Last Modified: 27 Feb 2023 09:56
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/19294

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics