Penafsiran Qur’an Surat Al-Rūm (30) Ayat 21 dalam buku Qirā’ah Mubādalah

Rahmah, Shifa Isnainiyatul (2022) Penafsiran Qur’an Surat Al-Rūm (30) Ayat 21 dalam buku Qirā’ah Mubādalah. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI_1504026040_Shifa_Isnainiyatul_Rahmah] Text (SKRIPSI_1504026040_Shifa_Isnainiyatul_Rahmah)
FULL SKRIPSI SHIFA ISNAINIYATUL RAHMAH 1504026040 - shifa isnaini.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Sakinah sebagai tujuan perkawinan adalah bersifat mubādalah, di mana harus dirasakan oleh dua pihak pasangan, dan juga harus diproses secara mubādalah oleh keduanya, sekaligus menjadi tanggung jawab bersama. Baik suami atau istri dituntut untuk aktif membahagiakan pasangannya dengan dorongan rahmah, sekaligus memperoleh kebahagiaan dari pasangannya dengan modal mawaddah.
Adapun permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah; (1) Bagaimana penafsiran Faqihuddin Abdul Kodir terhadap QS. Al-Rūm (30) ayat 21 dalam buku Qirā’ah Mubādalah? (2) Bagaimana relevansi penafsiran Faqihuddin Abdul Kodir terhadap QS. Al-Rūm (30) ayat 21 dengan kondisi keluarga saat ini? Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penafsiran Faqihuddin Abdul Kodir terhadap QS. Al-Rūm (30) ayat 21 dalam buku Qirā’ah Mubādalah dan untuk mengetahui relevansi penafsiran Faqihuddin Abdul Kodir terhadap QS. Al-Rūm (30) ayat 21 dengan kondisi keluarga saat ini.
Penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data dari buku Qirā’ah Mubādalah, Tafsir al-Qurṭubi, Tafsir al-Ṭabari, Tafsir al-Maragi, dan referensi pendukung lainnya. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Content Analysis.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penafsiran QS. Al-Rūm (30) ayat 21 tujuan perkawinan yaitu agar suami mendapat ketenangan dari istri dan sebaliknya, kemudian cinta kasih dari kedua belah pihak menjadi syarat terwujudnya ketenangan (sakinah). Bukan hanya menjadikan perempuan atau istri sebagai pelayan atau sebagai pemenuh fungsi seksual seperti yang sudah dijelaskan oleh ulama terdahulu. Kurang maksimalnya fungsi keluarga dalam sebuah pernikahan menjadikan tujuan perkawinan masih belum bisa terwujud secara menyeluruh dalam keluarga yang ada di Indonesia saat ini, sehingga penafsiran QS. Al-Rūm (30) ayat 21 masih kurang relevan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Keluarga sakinah; qirā’ah mubādalah; Faqihuddin Abdul Kodir.
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Bahrul Ulumi
Date Deposited: 18 Mar 2023 02:36
Last Modified: 18 Mar 2023 02:36
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/19477

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics