Perbandingan efektivitas melati air (echinodorus palifolius) dan eceng gondok (eichornia crassipes) sebagai fitoremediator logam berat timbal (pb)

Amna, Nilatul (2023) Perbandingan efektivitas melati air (echinodorus palifolius) dan eceng gondok (eichornia crassipes) sebagai fitoremediator logam berat timbal (pb). Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI_ 1608016027_NILSTUL_AMNA] Text (SKRIPSI_ 1608016027_NILSTUL_AMNA)
1608016027_Nilatul Amna_Lengkap Tugas Akhir - Nilatul Amna.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Fitoremediasi adalah metode untuk mendegradasi kandungan pada limbah yang berpotensi mencemari lingkungan dengan bantuan tumbuhan. Tumbuhan yang digunakan yaitu (Eichornia crassipes) dan melati air (Echonodorus palaefolius). Melati air termasuk ke dalam jenis tumbuhan akuatik berumpun setengah terendam. Tumbuhan ini berasal dari alismataceae yang berasal dari Brazil, Peru, Meksiko dan Uruguay. Melati air mempunyai daun tunggal dengan tangkai persegi hingga membulat kearah pangkal daun. Panjang tangkai melati air berkisar 50 – 100 cm, diameter 1 – 3 cm, keras beralur sepanjang tangkai dengan bintik putih dan mempunyai warna dasar hijau muda. Eceng gondok merupakan jenis tumbuhan yang dapat dengan mudah hidup dan berkembang biak di habitat mana pun. Eceng gondok biasa tumbuh di sungai maupun rawa. Eceng gondok mempunyai tangkai yang bertekstur lunak. Tinggi eceng gondok tidak lebih dari 50 cm. Logam Pb (timbal) dipilih karena sering dijumpai dalam limbah cair industri dan tingkat toksisitasnya yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui perbandingan efektivitas tanaman eceng gondok dan melati air dalam menyerap logam timbal. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian eksperimental. Analisis datanya menggunakan alat spektrofotometer AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Setiap 3 hari sekali diamati kondisi tumbuhan, pH, suhu dan pengambilan sampel air logam untuk selanjutnya dianalisis kadar logamnya. Hasil penelitian menunjukkan fitoremediasi menggunakan melati air lebih efektif. Dengan perbandingan pada bak isi melati air dari kadar semula 0,5833 mg/L turun menjadi 0,0193 mg/L di hari ke-15 (H15) sedangkan pada bak berisi eceng gondok dari kadar semula 0,5833 mg/L turun menjadi 0,0249 mg/L di hari ke-15 (H15). Melati air lebih efektif dibanding eceng gondok karena melati air mempunyai bentuk perakaran serabut yang lebih lebat, sehingga memungkinkan untuk menyerap air logam lebih banyak dan lebih cepat.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Fitoremediasi; eceng gondok; melati air; logam Pb; perbandingan efektivitas
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 570 Biology
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > 46201 - Biologi
Depositing User: Ukhtiya Zulfa
Date Deposited: 06 May 2023 04:49
Last Modified: 06 May 2023 05:14
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/19864

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics