Membaca hadis larangan bid’ah dalam koleksi kitab hadis melalui analisis wacana dan pembacaan sentripetal-sentrifugal

Muhtarom, Muhtarom (2019) Membaca hadis larangan bid’ah dalam koleksi kitab hadis melalui analisis wacana dan pembacaan sentripetal-sentrifugal. Project Report. LP2M UIN Walisongo, Semarang. (Unpublished)

[thumbnail of Laporan Penelitian Individual Pengembangan Program Studi] Text (Laporan Penelitian Individual Pengembangan Program Studi)
Muhtarom-Larangan-bidah.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini hendak mengkaji hadis-hadis tentang pelarangan bid’ah melalui pembacaan sentripetal dan sentrifugal serta analisis wacana. Pembacaan sentripetal dimaksudkan untuk mengungkap makna dan pesan hadis tanpa melihat penempatannya pada bab/ bagian tertentu dalam suatu kitab hadis. Sedang pembacaan sentrifugal dan analisis wacana diarahkan untuk mengungkap pesan hadis atau wacana yang ingin dibangun oleh penulisnya melalui penempatannya pada bab/ bagian tertentu dalam sebuah kitab hadis. Jadi penelitian ini hendak mempertanyakan: 1) Apa makna hadis tentang pelarangan bid’ah jika dibaca melalui pembacaan sentripetal, 2) Apa wacana yang ingin dibangun oleh penulis kitab dengan menempatkan hadis pelarangan bid’ah pada bab/bagian tertentu (pembacaan sentrifugal/ analisis wacana)?
Melalui analisis deskriptif, penelitian ini menemukan;
1) Hadis tentang pelarangan bid’ah (kullu muhdatsatin bid’atun) bisa dipahami secara umum dan khusus. Yang memahaminya secara umum berpendapat semua perkara baru dalam agama tergolong bid’ah dan karenanya terlarang. Sedang yang memahaminya secara khusus memandang perkara-perkara baru dalam agama selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam tidak terlarang. Yang terlarang adalah perkara baru dalam agama yang tidak sejalan dengan prinsip ajaran Islam; 2) Beberapa penulis kitab hadis; yakni al-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah sengaja menempatkan hadis pelarangan bid’ah pada bab (bahasan) “mengikuti sunnah” atau “menjauhi bid’ah”. Dengan
penempatan seperti ini, mereka ingin meneguhkan posisi sunnah sebagai sumber hukum Islam dan membentengi dari upaya pengabaiannya yang mencari solusi di luar sunnah. Di sisi lain, ada beberapa penulis, seperti Muslim dan al-Bukhari, yang tidak membahas masalah bid’ah secara khusus dan tidak menempatkan hadis-hadisnya pada bab khusus tentang “mengikuti sunnah dan meninggalkan bid’ah, tetapi menempatkannya pada bab “lain’ seperti bab khutbah, peradilan dan perdamaian. Di sini mereka terkesan tidak
membangun sebuah wacana tentang bid’ah.

Item Type: Monograph (Project Report)
Additional Information: Laporan Penelitian Individual Pengembangan Program Studi
Uncontrolled Keywords: Studi hadis; Larangan bid’ah; Analisis wacana
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.125 Hadits > 297.1251 Study of Text of Hadith
Divisions: Laporan Penelitian (Research Reports)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 06 Jun 2023 23:18
Last Modified: 06 Jun 2023 23:18
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/19920

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics