Konsep bumi sebagai reservoir air dalam Al-Qur’an surah Al-Mu’minun ayat 18 perspektif tafsir Al-Azhar dan implikasinya terhadap fenomena kerusakan lingkungan

Niami, Syafiq (2022) Konsep bumi sebagai reservoir air dalam Al-Qur’an surah Al-Mu’minun ayat 18 perspektif tafsir Al-Azhar dan implikasinya terhadap fenomena kerusakan lingkungan. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_1804026171_Syafiq_Niami] Text (Skripsi_1804026171_Syafiq_Niami)
Skripsi_1804026171_Syafiq_Niami.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Air merupakan salah satu sumber utama bagi kehidupan. keberadaan air sangatlah dibutuhkan oleh makhluk hidup dalam memenuhi kebutuhannya. Secara prosesnya air bersirkulasi tanpa henti sepanjang harinya, hal ini terjadi karena adanya sebuah siklus yang berproses secara terus menerus. Keberadaan cadangan sumberdaya air di bumi ini tentu tidak terlepas karena adanya sistem penyimpanan air atau yang di sebut reservoir air. Pemanfaatan sumber daya air ini seringkali tidak dimaksimalkan dengan baik, eksploitasi dan kerusakan sumberdaya air karena pencemaran akibat aktivitas manusia yang berlebih dan kurangnya memperhatikan alam menjadi sebuah problematika sekaligus ancaman serius di era sekarang ini. Akibatnya sumber-sumber air yang notabene sebagai sebuah sistem reservoir air tercemar dan berdampak buruk bagi lingkungan hidup.
Berbagai macam keilmuwan telah banyak memaparkan mengenai siklus air dan problematikanya ini salah satunya kajian Hidrologi. Selain itu al-Qur’an sendiri juga telah banyak menyiratkan mengenai air dan problematikanya yang dijelaskan oleh para mufassir salah satunya yakni Buya Hamka yang mengungkapkan makna ayat-ayat al-Qur’an melalui penafsirannya dalam Tafsir al-Azhar. Dalam penelitian ini penulis berusaha ingin mengungkapkan bagaimana konsep bumi sebagai sistem reservoir air dalam al-Qur’an ditinjau dari kacamata Tafsir al-Azhar dan juga relevansinya terhadap fenomena kerusakan lingkungan yang terjadi di era sekarang ini.
Penelitian ini merupakan studi kepustakaan yang menggunakan Metode Tematik dengan pendekatan tafsir ekologi dan analisis teori Hidrologi. Dari penelitian ini ditemukan hasil bahwa air yang mengalami siklus tanpa henti yang kemudian mengalir ke bumi ini akan tersimpan dan terserap ke permukaan bumi melalui bebagai proses sebagai cadangan sumberdaya alam. Artinya bumi merupakan tempat penyimpanan air atau reservoir air raksasa, hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Buya Hamka. Maka dari itu bumi harus senantiasa dimaksimalkan sebagai sebuah sisitem reservoir dan dipelihara dengan baik agar tidak tercemar. Adanya pencemaran yang terjadi pada sisitem reservoir air justru tanpa disadari mampu mengakibatkan kerusakan lingkungan sehingga mampu menimbulkan pola cuaca yang tidak stabil dan bahkan bisa menimbulkan bencana alam. Sebagai upaya dalam pemeliharaan dan konservasi sumberdaya air ini maka dari penafsiran Buya Hamka menghendaki adanya pemahaman budaya positif dan preventif-konstruktif yang menghasilkan gagasan-gagasan pemeliharaan sumberdaya air yang berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Reservoir air; Bumi; Tafsir Al-Quran; Buya Hamka; Kerusakan lingkungan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1228 Nonreligious subjects treated in the Al-Quran
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Rahmat Darmawan Nitimartono
Date Deposited: 29 Jul 2023 02:35
Last Modified: 29 Jul 2023 02:35
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/20143

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics