Resistensi masyarakat terhadap kebijakan pengembangan Desa Wisata : studi di Desa Seloprojo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang

Nindiananta, Annisa (2022) Resistensi masyarakat terhadap kebijakan pengembangan Desa Wisata : studi di Desa Seloprojo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_1806016061_Annisa_Nindiananta] Text (Skripsi_1806016061_Annisa_Nindiananta)
Skripsi_1806016061_Annisa_Nindiananta.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Desa Seloprojo merupakan desa di dalam wilayah Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Desa Seloprojo memiliki pesona alam yang indah, keistimewaan Desa Seloprojo juga semakin terasa sebab hanya Desa Seloprojo yang memiliki pemandangan alam berupa air terjun. Selain itu, Desa Seloprojo juga memiliki kesenian khas sebagai bukti kebudayaan yang masih sangat terjaga dengan baik berupa tari Jatilan.
Penelitian ini dilakukan di Desa Seloprojo yang secara nyata menunjukkan adanya resistensi kebijakan pembangunan desa wisata hingga terbagi menjadi dua kubu masyarakat yang berlawanan terkait pembentukan desa wisata yang berfokus pada wisata alam air terjun Sumuran Seloprojo. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dan penelitian yang digunakan menggunakan jenis penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Penulis melakukan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta penelitian literatur sesuai dari segi produser pendukung dalam melakukan penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukkan resistensi dilakukan oleh sebagian masyarakat Desa Seloprojo sebagai tanggapan kebijakan pengembangan desa wisata dalam RPJMDes Seloprojo sampai pada sekarang ini. Menurut James Scott, resistensi tersebut dilakukan untuk mempertahankan subsistensi masyarakat guna melakukan penolakan perubahan dengan ketetapan yang ada melalui banyaknya gerakan perlawanan. Resistensi masyarakat dilakukan dalam bentuk perlawanan terbuka dengan melakukan protes serta menolak mengikuti program kebijakan. Masyarakat juga melakukan resistensi dalam bentuk tertutup dengan menggosip dan bersikap acuh tak acuh. Tindakan resistensi berdampak terhadap kondisi pariwisata dimana wisata air terjun Sumuran menunjukkan gejolak bangkitnya dengan pembangunan yang mencapai 55% dari target pembangunan pemerintah Desa Seloprojo.

ABSTRACT:
Seloprojo Village is a village in the Ngablak District, Magelang Regency. Seloprojo Village has a beautiful natural charm, the privileges of Seloprojo Village are also increasingly felt because Seloprojo Village has natural scenery in the form of a waterfall. Apart from that, Seloprojo Village also has a distinctive art as evidence of a culture that is still very well preserved, in the form of tan Jatilan
This research was conducted in the village of Seloprojo which clearly showed resistance to the policy of developing a tourism village so that it was divided into two opposite camps of society regarding the formation of a tourism village that focused on the natural tourism of the Sumairan Seloprojo waterfall. In this study the method used was qualitative research and the research used was field research using a case study approach. The author collected data through observation, interviews, and literature research according to the supporting producers in conducting the research.
The results of this study indicate that some of the Seloprojo Village community has resisted the development of a tourism village policy in the Seloprojo RPJMDes to date. According to James Scott, the resistance was carried out to maintain the subsistence of society in order to resist change with existing provisions through many resistance movements. Community resistance was carried out in the form of open resistance by protesting and refusing to participate in community policy programs as well as closed resistance by gossiping and being indifferent. The act of resistance had an impact on the condition of tourism where the Sumuran waterfall tour showed a rise in development which reached 55% of the development target of the Seloprojo Village government.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Kebijakan; Masyarakat; Pemerintah; Resistensi; Wisata Alam; Desa Wisata
Subjects: 300 Social sciences > 320 Political science (Politics and government) > 322 Relation of state to organized groups
900 Geography and history > 910 Geography and travel
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 67201 - Ilmu Politik
Depositing User: Rahmat Darmawan Nitimartono
Date Deposited: 01 Aug 2023 03:51
Last Modified: 01 Aug 2023 03:51
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/20246

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics