Hubungan asupan zat besi (fe) dan status gizi terhadap kejadian dysmenorrhea primer pada remaja putri di SMPN 3 Wonokerto Pekalongan

Mamnukha, Hana (2023) Hubungan asupan zat besi (fe) dan status gizi terhadap kejadian dysmenorrhea primer pada remaja putri di SMPN 3 Wonokerto Pekalongan. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_1807026112_Hana Mamnukha_Lengkap] Text (Skripsi_1807026112_Hana Mamnukha_Lengkap)
1807026112_Hana Mamnukha_Lengkap Tugas Akhir - Hana Chan.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB)

Abstract

Latar Belakang: Dysmenorrhea atau nyeri haid merupakan kram rahim yang terjadi ketika seorang wanita mengalami menstruasi. Jenis dysmenorrhea ada dua yaitu dysmenorrhea primer dan dysmenorrhea sekunder. Dysmenorrhea primer disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya yaitu asupan zat gizi, status gizi, lama menstruasi, siklus menstruasi, dan riwayat keluarga.
Tujuan: Mengetahui hubungan asupan zat besi (Fe) dan status gizi terhadap kejadian dysmenorrhea primer pada remaja putri.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan cross-sectional yang dilakukan di SMPN 3 Wonokerto Pekalongan dengan jumlah sampel 63 orang. Cara pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Data asupan zat besi (Fe) diperoleh dengan menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Quesionaire. Data status gizi diperoleh dari pengukuran dengan microtoise dan timbangan berat badan. Kejadian dysmenorrhea primer didapatkan melalui form Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan program Statistic Package for the Social Science (SPSS) for windows.
Hasil: Sebesar 79% subjek mengalami kejadian dysmenorrhea primer. Prevalensi kejadian dysmenorrhea primer lebih banyak terjadi pada kategori nyeri ringan (54%). Mayoritas subjek (63%) memiliki asupan zat besi (Fe) kurang dibawah kebutuhan zat besi sehari yaitu 8 mg/hr untuk subjek usia 10-12 tahun dan 15 mg/hr pada subjek usia 13-15 tahun. Sebanyak 62% subjek dengan asupan zat besi kurang mengalami dysmenorrhea primer. Terdapat lebih banyak subjek dengan status gizi kurang (54%) yang menderita dysmenorrhea primer dibandingkan subjek dengan status gizi baik atau lebih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan zat besi (Fe) berhubungan dengan kejadian dysmenorrhea primer dengan nilai p sebesar 0,042 (p < 0,05). Status gizi juga berhubungan dengan kejadian dysmenorrhea primer pada remaja putri dengan nilai p 0,003<0,05.
Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara asupan zat besi (Fe) dan status gizi terhadap kejadian dysmenorrhea primer pada remaja putri.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Asupan zat besi; Status gizi; Dysmenorrhea primer; Remaja putri
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 610 Medical sciences Medicine > 612 Human physiology
600 Technology (Applied sciences) > 610 Medical sciences Medicine > 613 Promotion of health
600 Technology (Applied sciences) > 610 Medical sciences Medicine > 616 Diseases
Divisions: Fakultas Psikologi dan Kesehatan > 13211 - Gizi
Depositing User: Fahrurozi Fahrurozi
Date Deposited: 12 Aug 2023 07:19
Last Modified: 12 Aug 2023 07:19
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/20516

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics