Analisis sosial budaya penggunaan penanggalan Aboge pada Komunitas Adat Bonokeling Desa Pekuncen Jatilawang Banyumas

Salsabil, Hilda Halnum (2023) Analisis sosial budaya penggunaan penanggalan Aboge pada Komunitas Adat Bonokeling Desa Pekuncen Jatilawang Banyumas. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_1902046022_Hilda_Halnum_Salsabil] Text (Skripsi_1902046022_Hilda_Halnum_Salsabil)
Skripsi_1902046022_Hilda_Halnum_Salsabil.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Penanggalan Aboge merupakan salah satu penanggalan tradisional yang masih lestari hingga sekarang. Komunitas Adat Bonokeling Desa Pekuncen menjadi salah satu kelompok masyarakat yang masih teguh meyakini penggunaan perhitungan Aboge dalam kehidupan sehari-hari. Perhitungan Aboge Bonokeling mempunyai ciri khas tersendiri, terutama dalam penggunaannya. Perhitungan Aboge Komunitas Adat Bonokeling bukan hanya digunakan dalam menentukan waktu ritual keagamaan Komunitas, melainkan juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti nikahan, sunatan, perkawinan dan lain-lain. Tentunya perhitungan Aboge Bonokeling dalam kehidupan sehari-hari ini mengandung nilai-nilai budaya kearifan lokal Bonokeling.
Berdasarkan uraian di atas penulis membatasi pembahasan menjadi beberapa pokok bahasan, 1) Bagaimana perhitungan sistem penanggalan Aboge pada Komunitas Adat Bonokeling Desa Pekuncen Jatilawang Banyumas? 2) Bagaimana tinjauan sosial budaya penggunaan Penanggalan Aboge Bagi Komunitas Adat Bonokeling Desa Pekuncen Jatilawang Bayumas?
Penelitian dalam tulisan ini termasuk jenis penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan kualitatif. Sumber penelitian diambil dari hasil wawancara dan literatur yang terkait dengan penelitian. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi lapangan. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif analisi, penulis mendeskripsikan data yang diperoleh dari informan yakni Juru Bicara Komunitas Adat Bonokeling berupa kaidah perhitungan Aboge dan gambaran keberadaan Komunitas Adat Bonokeling Desa Pekuncen.
Penelitian ini menghasilkan dua temuan. Pertama, Perhitungan penanggalan Aboge Bonokeling berdasarkan kaidah perhitungan yang diwariskan turun temuran merupakan perhitungan yang ajeg dan pasti. Perhitungan Aboge Bonokeling secara umum sama dengan perhitungan Aboge yang lain, perbedaannya ada pada perhitungan Aboge untuk kegiatan sehari- hari. Kedua, perhitungan Aboge Bonokeling adalah warisan budaya kearifan lokal dari leluhur mereka yaitu Kyai Bonokeling. Budaya tersebut sampai sekarang masih kohoh dan teguh digunakan dalam kehidupan sehari-hari, perhitungan Aboge ini mampu menjadi perekat hubungan sosial antar masyarakat Bonokeling sehingga tidak akan pernah lekang oleh zaman.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Penanggalan Aboge; Budaya Kearifan Lokal; Komunitas Adat Bonokeling
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
500 Natural sciences and mathematics > 520 Astronomy and allied sciences > 529 Chronology
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 50202 - Ilmu Falak
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 16 Aug 2023 07:53
Last Modified: 16 Aug 2023 07:53
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/20610

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics