Posisi dan waktu terbaik pengamatan hilal : studi pos observasi bulan di Jawa Tengah bagian utara dan selatan

Kurniawati, Kurniawati (2022) Posisi dan waktu terbaik pengamatan hilal : studi pos observasi bulan di Jawa Tengah bagian utara dan selatan. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Tesis_2002048007_Kurniawati] Text (Tesis_2002048007_Kurniawati)
Tesis_2002048007_Kurniawati.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB)

Abstract

Pos Observasi Bulan (POB) atau dikenal sebagai tempat rukyatul hilal merupakan satu dari tiga unsur utama yang menentukan keberhasilan hilal. Keberadaan pos observasi bulan yang layak dan memadai sangat perlu untuk membuktikan akurasi metode hisab. Penelitian tesis ini mengemukakan tentang analisis posisi dan waktu terbaik pengamatan hilal di Jawa Tengah bagian Utara dan Selatan. Penelitian ini berawal dari temuan jumlah tempat rukyat di Jawa Tengah bagian Utara & Selatan yang banyak namun selama 57 tahun hanya ada 8 kali laporan hilal positif terlihat dan keberhasilan tersebut didominasi di Jawa bagian Utara. Persoalan yang ingin dipecahkan adalah 1. Dimana tempat dan waktu terbaik pengamatan hilal di Jawa Tengah bagian Utara dan Selatan? Bagaimana argumentasi teoritis praktis terpilihnya tempat dan waktu terbaik pengamatan hilal di Jawa Tengah bagian Utara dan Selatan?. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu metode deskriptif analisis.
Hasil penelitian menunjukkan: (1). Posisi terbaik tempat pengamatan hilal di Jawa Tengah bagian Utara adalah berada di Kudus yaitu di Pos Observasi Bulan (POB) Universitas Muria Kudus dan tempat terbaik di Jawa Tengah bagian Selatan berada di Pos Observasi Bulan (POB) Syekh Bela Belu, Bantul, Yogyakarta. Kedua tempat ini menjadi posisi terbaik pengamatan hilal di Jawa Tengah bagian Utara dan Jawa bagian Selatan karena memiliki kriteria geografis ideal. Waktu terbaik pengamatan di Jawa Tengah bagian Utara adalah bulan Agustus sedangkan Jawa Tengah bagian Selatan adalah bulan Juni. (2). Berdasarkan parameter geografis, keterbukaan ufuk rentan 240 s.d 300 derajat, parameter kecerahan langit, parameter klimatologi dan parameter aksebilitas tempat rukyat hilal di Jawa Tengah bagian Utara yang ideal adalah di Universitas Muria Kudus (Kudus), sedangkan di Jawa Tengah bagian Selatan yang ideal berada di POB Syekh Bela Belu Bantul.

ABSTRACT:
The Moon Observation Post (MOP) or known as the place of rukyatul hilal is one of the three main elements that determine the success of the hilal. The existence of a proper and adequate lunar observation post is very necessary to prove the accuracy of the calculation method. This thesis research proposes an analysis of the best position and time for observing the hilal in the northern and southern parts of Central Java. This research started with the finding of a large number of rukyat places in the northern and southern parts of Central Java, but for 57 years there have been only 8 positive reports of the hilal seen and this success was dominated by those in northern Central Java. The problems to be solved are 1. Where is the position and when is the best time for observing the hilal in the northern and southern parts of Central Java? 2. How is practical, theoritical argument about determining northern and southern parts of Central Java?. This research is a qualitative field research. Data collection techniques used are observation, documentation and interviews. The data analysis method used descriptive analysis method.
The results showed: (1). The best position for observing the moon in the northern part of Central Java is in Kudus, namely at the Moon Observation Post (MOP) of Muria Kudus University and the best place in Southern Central Java is at the MOP Syekh Bela Belu Bantul, Yogyakarta. These two places are the best positions for observing the hilal in North Central Java and southern Central Java because they have ideal geographical criteria. The best time for observation in the northern part of Central Java is August while the southern part of Central Java is in June. (2). Based on geographical parameters, the openness of the vulnerable horizon is 240 to 300 degrees, sky brightness parameters, climatological parameters and accessibility parameters for the MOP in North Central Java is ideal at Muria Kudus University (Kudus), while in Southern Central Java the ideal southern part is in MOP Syekh Bela Belu Bantul.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Waktu dan Posisi; Rukyatul Hilal; Jawa Tengah; Pos observasi bulan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
Divisions: Program Pascasarjana > Program Master (S2) > 50102 - Ilmu Falak (S2)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 01 Sep 2023 09:23
Last Modified: 01 Sep 2023 09:23
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/20907

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics