Kajian entomologi forensik keanekaragaman serangga pada bangkai tikus (rattus novergicus) berdasarkan faktor lingkungan

Rahman, Muhammad Farid (2022) Kajian entomologi forensik keanekaragaman serangga pada bangkai tikus (rattus novergicus) berdasarkan faktor lingkungan. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_1708016027_Muhammad_Farid_Rahman] Text (Skripsi_1708016027_Muhammad_Farid_Rahman)
Skripsi_1708016027_Muhammad_Farid_Rahman.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Serangga merupakan hewan yang memiliki peran penting dalam Kajian Entomologi Forensik. Gelombang kedatangannya pada bangkai dapat digunakan untuk memperkirakan lama waktu kematian dan tempat kematian bangkai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman serangga pada bangkai Tikus (Rattus novergicus) di dua tempat dengan perbedaan faktor lingkungan. Metode dilakukan dengan pengamatan setiap pagi dan sore selama proses dekomposisi bangkai berlangsung identifikasi serangga yang terkoleksi, dan analisis data menggunakan rumus excel Shannon-Wienner. Indeks keanekaragaman serangga di Cagar Budaya Candi Gedong Songo termasuk kategori sedang, yaitu 1,234 terdiri dari 301 jumlah individu dan di Area Persawahan Dusun Kalibendo tercatat 1,477 yang terdiri dari 494 jumlah individu. Terdapat 10 jenis serangga pada masing-masing lokasi penelitian, sembilan diantaranya ditemukan di dua lokasi tersebut, yaitu C. megacephala, C. vicina, Fannia sp., M. domestica, V. velutina, A. crenulata, A. gracilipes, A. cinerea, L. migratoria, sedangkan serangga H. unipunctatus hanya terdapat di Cagar Budaya Candi Gedong Songo dan S. invicta hanya terdapat di Area Persawahan Dusun Kalibendo. Perbedaan jumlah serangga pada dua lokasi tersebut dipengaruhi oleh faktor lingkungan berbeda, yang mana faktor lingkungan berpengaruh langsung terhadap lama proses dekomposisi bangkai. Proses dekomposisi bangkai di Cagar Budaya Candi Gedong Songo memulai tahap bloated lebih lama (hari keempat) dan berakhir lebih cepat (hari ketujuh), hal ini menyebabkan serangga yang tertarik pada tahap ini seperti lalat dari Family Callphoridae hanya sedikit yang datang. Sedangkan proses dekomposisi bangkai di Area Persawahan Dusun Kalibendo mulai tahap bloated sejak hari ketiga dan berakhir pada hari ketujuh, bahkan sampai hari ke sembilan beberapa bagian tampak belum kering meskipun hanya tersisa kulit, rambut rontok dan tulang-belulang.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Keanekaragaman; Entomologi forensik; Serangga; Bangkai tikus; Rattus novergicus; Lingkungan
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 590 Animals (Zoological sciences) > 595 Arthropoda
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > 46201 - Biologi
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 19 Sep 2023 02:56
Last Modified: 19 Sep 2023 02:56
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/21101

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics