Kepercayaan bulan selo (Dzulqa’dah) di Desa Paciran Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan : studi komparasi Jawa dan Islam

Azhari, Ikfi (2022) Kepercayaan bulan selo (Dzulqa’dah) di Desa Paciran Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan : studi komparasi Jawa dan Islam. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_1604016004_Ikfi_Azhari] Text (Skripsi_1604016004_Ikfi_Azhari)
Skripsi_1604016004_Ikfi_Azhari.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Kentalnya budaya dan tradisi yang terdapat dalam kehidupan masyarakat Jawa dapat dilihat dari banyaknya mitos dan filosofi hidup yang diaplikasikan dalam keseharian mereka. Salah satu contoh budaya serta tradisi yang cukup kental dan masih diaplikasikan oleh masyarakat Jawa salah satunya adalah tradisi Bulan Selo yang hingga saat ini tetap dilakukan secara rutin setiap tahunnya oleh masyarakat di desa Paciran Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Masyarakat setempat meyakini bahwa Bulan Selo merupakan bulan yang harus dihindari dikarenakan bulan ini diaggap bulan yang tidak cukup bak atau bagus. Budaya ini lahir dari mitos yang dikonstruksi oleh masyarakat sejak dulu. Demikian dari mitos ini lah lahir tradisi dimana setiap Bulan Selo tidak akan ada kegiatan masyarakat seperti kegiatan hajat pernikahan. Sehingga dapat dikatakan bahwa Bulan Selo menjadi bulan yang sepi dari kegiatan masyarakat sebab masyarakat menghindarinya. Jenis penelitian ini berupa jenis penelitian lapangan atau field research yang dimana memakai metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan datanya. Sementara teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian ini memakai teknik komparasi atau perbandingan budaya antara perspektif Islam dan Jawa. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwasanya masyarakat Jawa khususnya di desa Paciran masih meyakini tradisi di Bulan Selo hanya di tahap permukaan dan belum memahami sepenuhnya tradisi tersebut. Hal ini dikarenakan masyarakat di desa Paciran mempraktekan tradisi tersebut tidak berangkat dari pemahaman secara mendalam, melainkan hanya atas dasar mitos yang di warisi secara turun temurun. Namun menariknya, masyarakat di desa Paciran yang cukup kental terhadap agama dan masih meyakini dan mengamalkan ajaran Isalm tidak pernah mempermasalahkan tentang benar dan salahnya tradisi Bulan Selo yang lahir dari mitos tersebut.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Bulan Selo; Mitos; Larangan menikah; Tradisi Jawa
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.3 Islamic Worship / Ibadah > 297.39 Other Practices (Incl. Halal Food, Syirik, Munafiq)
300 Social sciences > 390 Customs, etiquette, folklore > 394 General customs
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76237 - Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 22 Sep 2023 04:09
Last Modified: 22 Sep 2023 04:09
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/21145

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics