Trauma perempuan akibat pelecehan seksual di ruang publik : studi di UPTD PPA DP3A Kota Semarang

Mazin, Roafa Nabila (2025) Trauma perempuan akibat pelecehan seksual di ruang publik : studi di UPTD PPA DP3A Kota Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI2106026004ROAFA_NABILA_MAZIN] Text (SKRIPSI2106026004ROAFA_NABILA_MAZIN)
SKRIPSI2106026004ROAFA_NABILA_MAZIN-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Pelecehan seksual dapat terjadi dimanapun dan kapanpun, baik di ruang tertutup ataupun di ruang publik. Ruang publik yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman malah menjadi tempat yang dihindari karena adanya ketakutan dari masyarakat, terutama perempuan. Seperti yang disebutkan oleh Ibu Iis selaku petugas UPTD PPA Kota Semarang bahwa kasus pelecehan seksual yang sering dialami oleh perempuan yaitu groping, remas paha dan payudara, serta begal payudara. Kasus pelecehan tersebut menimbulkan dampak negatif kepada korban, seperti victim blaming, diskriminasi oleh lingkungan, cedera fisik serta mengalami trauma. Adapun rincian permasalahan yang diungkap adalah trauma yang dialami perempuan akibat pelecehan seksual di ruang publik yang dilihat dari kacamata sosiologi karena berkaitan dengan respon masyarakat sekitar korban dengan teori interaksionisme simbolik George H. Mead. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan. Sumber data dalam penelitian adalah data primer dan sekunder. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam prosesnya, peneliti melakukan wawancara dengan dua informan yang terdiri dari petugas administrasi dan pendamping korban dari UPTD PPA Kota Semarang. Adapun data yang telah diperoleh dari penelitian ini dianalisis dengan analisis data induktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan dinamika masyarakat atas respon terhadap trauma pelecehan yang dialami oleh korban. Pelaku pelecehan seksual dipengaruhi oleh kondisi society (masyarakat) yang bersifat patriarki sehingga mendorong terciptanya mind (pikiran) perempuan lemah dan muncul self (diri) perilaku impulsif untuk memenuhi nafsunya terhadap perempuan. Rasa ketakutan dan trauma yang dialami korban juga dipengaruhi oleh faktor society (masyarakat) yang menganggap bahwa perempuan harus bisa menjaga diri dan tetap disalahkan sekalipun sebagai korban. Labeling yang diberikan oleh masyarakat kepada korban menunjukkan simbol bahwa tubuh perempuan dianggap menggoda sehingga muncul blaming jika perempuan menggunakan pakaian terbuka akan dipandang wajar mendapatkan pelecehan dan dianggap sebagai objek seksual.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Perempuan; Pelecehan Seksual; Trauma; Ruang Publik
Subjects: 300 Social sciences > 360 Social services; association > 362 Social welfare problems and services
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 69201 - Sosiologi
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 16 Apr 2026 02:13
Last Modified: 16 Apr 2026 02:13
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29412

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics