Peran tari sufi sebagai jalan untuk meraih pengalaman spiritual : studi terhadap penari di Rumah Cinta Semarang
Solikhah, Latif Fatus (2025) Peran tari sufi sebagai jalan untuk meraih pengalaman spiritual : studi terhadap penari di Rumah Cinta Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2004046084LATIF_FATUS_SOLIKHAH-0.docx - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (4MB)
Abstract
Budaya materialisme yang semakin kuat di era yang modern ini menjadikan orang selalu mengukur kebahagiaan berdasarkan apa yang dimiliki oleh orang lain dalam pencapaian di duniawi. Ketika orang telah gagal dalam pencapaiannya terhadap status sosial dan kekayaan seperti milik orang lain, Ia akan merasa banyak tekanan psikologis yang membuat orang menjadi stress dan cemas akan masa depannya. Maka setelahnya orang secara individu akan beralih kepada praktik-praktik spiritual guna untuk menemukan kebahagiaan yang sebenarnya. Praktik spiritual seperti yoga, meditasi, dan tari sufi dapat dijadikan sebagai solusi untuk mengurangi tekanan psikologis dan meningkatkan keseimbangan emosional seseorang. Tari sufi sebagai salah satu praktik spiritual memberikan cara untuk menemukan ketenangan batin di tengah-tengah kekacauan di duniawi.
Tari sufi adalah sebuah tarian spiritual yang terinspirasi dari tokoh filsuf dan penyair dari negara Persia yaitu Syekh Maulana Jalaluddin Ar-Rumi. Tari sufi merupakan salah satu bentuk ekspresi cinta dari seorang Hamba kepada Tuhannya. Tidak hanya memiliki nilai estetika dalam seni, namun juga dimaknai sebagai salah satu jalan untuk mencapai pada pengalaman spiritual yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana praktik tari sufi yang ada di Rumah Cinta Semarang dan menggali pengalaman spiritual dari para penari sufi yang ada di Rumah Cinta Semarang.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian field reseach (Penelitian lapangan). Tekhnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah meliputi wawancara dengan para penari, observasi, dan dokumentasi tari sufi yang ada di Rumah Cinta Semarang. adapun tekhnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang dipakai sebagai landasannya adalah dari salah satu Kitab karya Abdul Qasim Abdul Karim Hawazin, yaitu kitab Risalah Qusyairiyah, tentang tahapan spiritual yaitu tawajud, wijdu, dan wujud.
Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa praktik tari sufi di Rumah Cinta Semarang bukan hanya sekedar aktifitas seni, namun juga sebagai sarana untuk mencapai pengalaman spiritual. Dengan melalui gerakan berputar kekiri dan penghayatan makna dan simbolis dalam praktik tari sufi, penari mengungkapkan bahwa telah sampai pada kondisi transformasi diri dan transenden, di mana penari merasakan kesembuhan fisik dan mental, kedamaian jiwa, dekat dengan Tuhan, memiliki keterhubungan dengan alam, serta peningkatan kesadaran spiritual. Pengaruh dari lingkungan komunitas di Rumah Cinta Semarang, suasana latihan, dan pemahaman filosofis dapat menjadi dorongan untuk berhasilnya proses tari sufi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tari Sufi; Rumah Cinta; Pengalaman Spiritual; Penari; Seni; Spiritualitas |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.4 Sufism |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76236 - Tasawuf dan Psikoterapi |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 16 Apr 2026 06:06 |
| Last Modified: | 16 Apr 2026 06:06 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29433 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
