Pemaafan pada jarīmah qażaf: studi komparatif pemikiran Abū Muḥammad ‘Ali ibnu Hazm dan Abū Isḥāq Ibrāhīm asy-Syīrāzī

Nahdudin, Mohamad (2025) Pemaafan pada jarīmah qażaf: studi komparatif pemikiran Abū Muḥammad ‘Ali ibnu Hazm dan Abū Isḥāq Ibrāhīm asy-Syīrāzī. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI2002026040MOHAMAD_NAHDUDIN] Text (SKRIPSI2002026040MOHAMAD_NAHDUDIN)
SKRIPSI2002026040MOHAMAD_NAHDUDIN-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Tindak Pidana menuduh zina (qażaf) merupakan tuduhan terhadap seseorang melakukan zina tanpa adanya bukti yang sah. Kurang jelasnya hukum pemaafan pada jarīmah qażaf, baik di dalam Al-Qur’an maupun Hadis, terdapat banyak perbedaan pendapat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkomparasikan pemikiran Ibnu Ḥazm dan Asy-Syīrāzī mengenai pemaafan pada jarīmah qażaf.
Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian hukum kepustakaan (Library Research) dengan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif-komparatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kitab Al-Muḥallā bi al-Aṡār, karangan Abū Muḥammad ‘Ali Ibnu Ḥazm dan kitab Al-Muhażżab fi fiqih al-Imām al-Syāfi’ī karangan Abū Isḥāq Ibrāhīm Asy-Syīrāzī.
Hasil penelitian adalah pertama, menurut Ibnu Ḥazm perbuatan qażaf tidak ada pemaafan, karena merupakan hak Allah, sehingga hukuman harus tetap dilaksanakan walaupun tertuduh memaafkannya. Sedangkan menurut Asy-Syīrāzī perbuatan qażaf murni hak manuisa, sehingga hukuman dapat gugur ketika tertuduh memaafkannya. Kedua, komparasi yang dilakukan terdapat kelebihan dan kekurangan dari pandangan Ibnu Ḥazm dan Asy-Syīrāzī. Kelebihan Ibnu Ḥazm cenderung objektif dengan mengutamakan ijmā’ yang mutlak dari sahabat dan konsisten dalam prinsip hadd. Namun, pendekatan ini kurang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Sedangkan Asy-Syīrāzī lebih fleksibel dengan menggunakan hadist mursal dengan syarat yang ketat dengan tetap menjaga validitas dalilnya. Kekurangannya yaitu terdapat perbedaan pendapat dikalangan ulama terhadap dasar yang digunakan Asy-Syīrāzī, sehingga sulit diterima oleh ulama yang berbeda dalam kriteria penggunaan hadist mursal dan dengan adanya pemaafan berresiko disalahgunakan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Pemaafan; Qażaf; Hukum Pidana Islam
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law > 345 Criminal law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74231 - Hukum Pidana Islam
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 16 Apr 2026 06:12
Last Modified: 16 Apr 2026 06:12
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29442

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics