Penentuan awal waktu isya dengan metode fotometri memakai analisa moving average : studi kasus di Pantai Moro, Kabupaten Kendal

Sufiana, Antika Dwi (2025) Penentuan awal waktu isya dengan metode fotometri memakai analisa moving average : studi kasus di Pantai Moro, Kabupaten Kendal. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI1902046080ANTIKA_DWI_SUFIANA] Text (SKRIPSI1902046080ANTIKA_DWI_SUFIANA)
SKRIPSI1902046080ANTIKA_DWI_SUFIANA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan awal waktu Isya berdasarkan metode fotometri dengan menggunakan citra langit sebagai data utama. Dengan pendekatan analisa moving average dan bantuan perangkat lunak AstroImageJ, penelitian ini menganalisis pola perubahan intensitas cahaya langit untuk menentukan waktu hilangnya mega merah sebagai tanda awal waktu Isya. Penelitian ini dilakukan di Pantai Moro, Kabupaten Kendal dengan koordinat -6° 54’ 10,96” LS dan 110° 2’ 36,67” BT, pengambilan data dilaksanakan selama enam (6) hari pada tanggal 05-06 Oktober 2024, 09-11 November 2024 dan 27 Desember 2024.
Data citra langit diambil menggunakan kamera digital DSLR jenis Canon 1100d dengan interval waktu 30 menit sampai 1 jam menjelang waktu Isya, mulai dari waktu maghrib hingga mega merah hilang. Citra yang diperoleh dianalisis menggunakan software AstroImageJ untuk menghitung intensitas cahaya pada setiap bingkai gambar. Hasil intensitas ini kemudian diolah menggunakan metode moving average untuk memvisualisasikan pola perubahan kecerahan langit secara terperinci. Penelitian menemukan bahwa mega merah hilang pada ketinggian -15⁰, -16⁰ dan -17⁰ di lokasi penelitian. Dari hasil analisi, diperoleh rata-rata ketinggian matahari saat mega merah hilang adalah -16⁰ di bawah ufuk, berbeda dengan standar -18⁰ yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Selisih waktu antara hasil penelitian dan jadwal salat resmi tercatat sebesar 4-8 menit.
Temuan ini menunjukkan bahwa dinamika atmosfer, seperti kelembapan, polusi cahaya dan viariabilitas geografis memiliki pengaruh signifikan terhadap waktu hilangnya mega merah. Penggunaan AstroImageJ memungkinkan analisis intensitas cahaya yang lebih presisi dan mendukung keakuratan hasil penelitian. Selain itu, penerapan metode moving average memberikan hasil yang konsisten dalam mengidentifikasi pola kecerahan langit, menawarkan alternatif yang adaptif untuk wilayah dengan karakteristik geografis tertentu.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa standar penentuan waktu Isya perlu mempertimbangkan variasi lokal untuk memastikan akurasi waktu ibadah. Dengan metode fotometri berbasis citra langit yang dipadukan dengan perangkat lunak AstroImageJ, penelitian ini memberikan alternatif pendekatan yang relevan untuk mengamati dan menganalisis fenomena hilangnya mega merah secara lebih presisi.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Awal waktu shalat; Waktu Isya; Fotometri; Moving Average; AstroImageJ; Ketinggian Matahari
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 50202 - Ilmu Falak
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 17 Apr 2026 06:05
Last Modified: 17 Apr 2026 06:05
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29457

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics