Pembentukan karakter mandiri pada anak autis melalui bimbingan Islam di MI Ma’arif Keji Ungaran Barat
Mukhlisoh, Ulfa (2024) Pembentukan karakter mandiri pada anak autis melalui bimbingan Islam di MI Ma’arif Keji Ungaran Barat. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_1901016021_Ulfa_Mukhlisoh.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Problem anak autis yaitu individu yang memiliki perbedaan perkembangan dengan anak pada umumnya, salah satunya tata cara berinteraksi, gangguan emosi, perilaku dan pola bermain. Anak autis juga merupakan subjek kehidupan yang harus mendapatkan perhatian penuh. Maka, diperlukan bimbingan Islam untuk dapat membantu menjadikan perubahan dan memiliki karakter mandiri pada anak autis sekalipun tidak pada kata sempurna, tetapi setidaknya anak autis dapat mengatur hidupnya kelak ketika dewasa.
Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui kondisi karakter mandiri pada anak autis serta upaya bimbingan Islam dalam upaya membentuk karakter mandiri anak autis di MI Ma’arif Keji Ungaran Barat. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, kesimpulan dan verifikasi.
Hasil pembentukan karakter mandiri melalui bimbingan Islam mendapat peningkatan positif dapat dilihat berdasarkan data yang diperoleh yaitu: kemandirian emosi dibuktikan dengan anak autis yang semula memiliki emosi yang belum stabil, sulit dikontrol setelah adanya bimbingan emosi anak autis cukup baik, lebih tenang dan mulai dapat mengontrol emosi. Kemandirian ekonomi dibuktikan dengan anak autis sebelumnya tidak mengetahui uang dan cara menggunakannya, sekarang sudah ada peningkatan yaitu dapat mengetahui uang dan jika ingin membeli suatu barang menggunakan uang. Kemandirian intelektual dibuktikan dengan anak autis yang sebelumnya tidak dapat menyelesaikan dengan sendiri perlu bantuan orang lain, namun sekarang sudah dapat mengerjakan PR sendiri setidaknya dapat mengatasi urusan keperluannya sendiri walaupun anak autis tentu masih memerlukan pengawasan orangtua, guru di sekolah setiap harinya. Kemandirian sosial dibuktikan dengan anak autis yang semula kesulitan untuk berinteraksi dengan teman disekitarnya, namun sekarang sudah lebih tertata sosialnya, sudah dapat berinteraksi dan bersosialisasi baik dengan teman disekitarnya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Anak autis; Karakter mandiri; Bimbingan Islam |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > 70232 - Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) |
| Depositing User: | Miswan Miswan |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 03:29 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 03:29 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29496 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
