Analisis semiotika Ferdinand de Saussure terhadap konstruksi model hijab Rabbani di Instagram
Al Annafis, Lulu (2024) Analisis semiotika Ferdinand de Saussure terhadap konstruksi model hijab Rabbani di Instagram. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Tesis_2201028007_Lulu_Al_Annafis.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Perkembangan kreativitas penggunaan hijab dewasa ini menunjukkan bahwa hijab tidak saja berfungsi sebagai ekspresi ketaatan dalam beragama, tetapi juga sebagai tren yang diikuti banyak perempuan. Transformasi model hijab sejak awal kemunculannya sampai saat ini menjadi topik yang menarik diperbincangkan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna model hijab Rabbani. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teori yang digunakan adalah teori semiotika Ferdinand De Saussure dan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckman.
Hasil penelitian menemukan bahwa hijab instan sering mengandung makna praktis, mudah, dan modern. Bahan yang ringan, desain yang simpel, dan kemasan yang praktis, mengisyaratkan nilai-nilai efisiensi dan kemandirian. Hijab pashmina melambangkan elegansi, keanggunan, dan kemewahan. Bahan yang lembut dan desain yang flowy memberikan kesan mewah. Hijab pashmina sering dikaitkan dengan acara-acara formal atau momen-momen spesial. Hijab segi empat mengandung makna sederhana dan fleksibilitas. Modelnya yang sederhana memungkinkan berbagai variasi gaya, sementara bahannya yang beragam memberikan fleksibilitas dalam penggunaan. Makna dari setiap model hijab terus berkembang seiring dengan perubahan sosial, budaya, dan tren fesyen. Beberapa faktor yang mempengaruhi konstruksi makna model hijab adalah konteks sosial, media sosial, influencer, dan komunitas online.
ABSTRACT:
The development of creativity in the use of the hijab today shows that the hijab not only functions as an expression of religious observance, but also as a trend that many women follow. The transformation of the hijab model from its inception until now has become an interesting topic to discuss. This type of research is qualitative with a semiotic analysis approach. This research aims to analyze the meaning of the Rabbani hijab model. Data collection was carried out through observation, documentation and interviews. The theories used are the semiotic theory of Ferdinand De Saussure and the social construction theory of Peter L. Berger and Thomas Luckman.
The research results found that instant hijab often contains practical, easy and modern meanings. Light materials, simple design and practical packaging signal the values of efficiency and independence. Pashmina hijab symbolizes elegance, grace and luxury. Soft material and flowy design give a luxurious impression. The pashmina hijab is often associated with formal events or special moments. The rectangular hijab contains the meaning of simplicity and flexibility. The simple model allows for a wide variety of styles, while the variety of materials provides flexibility in use. The meaning of each hijab model continues to evolve along with changes in social, cultural and fashion trends. Several factors that influence the construction of the meaning of the hijab model are social context, social media, influencers, and online communities.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Model hijab; Semiotika; Konstruksi sosial |
| Subjects: | 300 Social sciences > 306 Culture and institutions |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Master (S2) > 70133 - Komunikasi dan Penyiaran Islam (S2) |
| Depositing User: | Miswan Miswan |
| Date Deposited: | 28 Apr 2026 04:01 |
| Last Modified: | 28 Apr 2026 04:01 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29535 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
