Penguatan karakter nasionalis agamais melalui budaya sekolah “Merah Putih” pada generasi Z SMA Nasima Semarang
Saputra, Wahyu Rizal (2024) Penguatan karakter nasionalis agamais melalui budaya sekolah “Merah Putih” pada generasi Z SMA Nasima Semarang. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Tesis_2203018018_Wahyu_Rizal_Saputra.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (4MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tiga hal, yaitu proses penguatan karakter nasionalis agamais melalui budaya sekolah “Merah Putih”, peran guru dan implikasi budaya sekolah “Merah Putih” bagi penguatan karakter nasionalis agamais siswa generasi Z SMA Nasima Semarang. Budaya sekolah “Merah Putih” merupakan program habituasi kebangsaan dan keagamaan yang didukung dengan tata tertib serta fasilitas dan simbol-simbol sekolah. Sedangkan generasi Z adalah kelompok manusia yang lahir dari tahun 1995–2010, dengan ciri khas mampu mengoperasikan berbagai teknologi digital. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan metode studi kasus yang bersandar pada data wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian bertempat di SMA Nasima Semarang, dengan melibatkan 4 guru dan 12 siswa SMA. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu melalui redaksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini memuat tiga hal. Pertama, Proses penguatan karakter nasionalis agamais melalui budaya sekolah “Merah Putih” di SMA Nasima memuat tiga tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan yang dilakukan sekolah adalah merumuskan tujuan kegiatan, menyusun pedoman pelaksanaan dan menyediakan fasilitas pendukung. Kemudian pelaksanaan budaya sekolah “Merah Putih” memuat habituasi kegiatan kebangsaan dan keagamaan serta di dukung dengan tata tertib dan simbol-simbol sekolah. Adapaun evaluasi berfokus pada pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa. Kedua, guru SMA Nasima berperan sebagai figur yang menertibkan, memotivasi dan memastikan semua siswa berpartisipasi aktif dalam kegiatan sekolah. Guru sebagai figur sentral berperan menjadi teladan, sebagai figur penggerak bertugas membimbing, guru juga memotivasi, mengawasi dan memberikan feedback bagi perkembangan sikap siswa.
Ketiga, budaya sekolah “Merah Putih” berimplikasi positif bagi wawasan dan kepribadian siswa SMA Nasima yang terbagi ke dalam 3 aspek, yaitu: peningkatan pengetahuan yang berkaitan dengan bertambahnya wawasan kebangsaan dan keagamaan siswa, sehingga tumbuh kesadaran dan penghayatan berbangsa dan beragama. Peningkatan kepribadian mengacu pada perubahan positif siswa yang ditampilkan melalui kedisiplinan, ketaatan beribadah dan sopan santun. Peningkatan hubungan sosial merujuk pada bertambahnya kepedulian sosial dan sikap saling menghormati antar siswa. Ketiga peningkatan tersebut mengindikasikan adanya perubahan positif generasi Z, terutama dalam mencegah degradasi moral, krisis spiritual hingga memperkuat nilai dan jati diri bangsa Indonesia.
ABSTRACT:
This research aims to uncover three main points: the process of strengthening nationalistic and religious character through the "Merah Putih" school culture at SMA Nasima, role of teachers strengthening nationalistic and religious character and implications of the “Merah Putih” school culture for strengthening nationalist and religious character of Generation Z students at SMA Nasima. The “Merah Putih” school culture is a program of national and religious habituation supported by rules, facilities and school symbols. Generation Z refers to individuals born between 1995-2010, known for their proficiency in utilizing various digital technologies. The qualitative research employed a case study method based on interviews, observations, and documentation, conducted at SMA Nasima in Semarang, involving 4 teachers and 12 students. Data analysis followed involving data reduction, data display, and conclusion drawing.
The results of this study include three main points. Firstly, the process of strengthening nationalistic and religious character through the “Merah Putih” school culture at SMA Nasima involves three stages: planning, implementation, and evaluation. Planning includes setting activity objectives, preparing implementation guidelines, and providing supporting facilities. Implementation entails habituation in national and religious activities supported by rules and school symbols. Evaluation comprises assessing students' knowledge, attitudes, and skills. Secondly, teachers at SMA Nasima play a crucial role in enforcing discipline, motivating students, and ensuring active participation in school activities. They serve as central figures providing guidance, motivation, supervision, and feedback for the positive character development of Generation Z students.
Lastly, the “Merah Putih” school culture has positive implications for the character development of SMA Nasima students, leading to increased national and religious awareness, improved personality traits reflected in discipline, religious obedience, and manners, as well as enhanced social relationships through increased social responsibility and mutual respect among students. These improvements indicate positive changes in Generation Z, particularly in preventing moral degradation, spiritual crises, and strengthening the values and identity of the Indonesian nation.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penguatan karakter; Nasionalis agamais; Budaya sekolah; Habituasi; Kebangsaan; Keagamaan; Siswa; Generasi Z |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.77 Islamic religious education |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Master (S2) > 86108 - Pendidikan Agama Islam (S2) |
| Depositing User: | Miswan Miswan |
| Date Deposited: | 04 May 2026 07:29 |
| Last Modified: | 04 May 2026 07:29 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29576 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
