Analisis jadwal salat abadi (Saadoe’ddin Djambek dan Abdul Rani Mahmud) : studi keakuratan dengan parameter validasi hisab kontemporer software Mawāqit 2024 Ing Khafid
Putra, Nur Afdal Purnama (2024) Analisis jadwal salat abadi (Saadoe’ddin Djambek dan Abdul Rani Mahmud) : studi keakuratan dengan parameter validasi hisab kontemporer software Mawāqit 2024 Ing Khafid. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Tesis_2202048037_Nur_Afdal_Purnama_Putra.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Waktu salat abadi merupakan metode perhitungan yang paling praktis sekali saja dan telah dapat digunakan hingga puluhan tahun kedepannya, salah satu yang mengeluarkan jadwal waktu salat sepanjang masa adalah Saadoe’ddin Djambek dan Abdul Rani Mahmud. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji persoalan 1) Bagaimana konsep perhitungan waktu salat abadi Saadoe’ddin Djambek dan Abdul Rani Mahmud 2) Bagaimana perbedaan selisih jadwal salat abadi Saadoe’ddin Djambek dan Abdul Rani Mahmud dengan menggunakan parameter validasi hisab kontemporer software Mawāqit 2024. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan astronomis dan historis. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari buku – buku atapun tulisan yang membahas metode Saadoe’ddin Djambek dan Abdul Rani Mahmud.
Penelitian ini menghasilkan: Pertama, Perhitungan waktu salat Saadoe’ddin Djambek dan Abdul Rani Mahmud menggunakan metode manual klasik dengan perbedaan utama pada kriteria tinggi matahari, data astronomis, penentuan waktu Zuhur, pola hari jadwal salat, serta penerapan ihtiyat, yang mengakibatkan variasi dalam hasil perhitungan waktu salat. kedua, Validasi perhitungan menunjukkan jadwal salat Saadoe’ddin Djambek memiliki selisih 1-2 menit dengan hisab kontemporer dan mayoritas berselisih 1 menit, sementara jadwal Abdul Rani Mahmud menunjukkan selisih 1-3 menit, dan mayoritas berselisih sekitar 2 menit. Hasil analisis menunjukkan bahwa jadwal waktu salat abadi Saadoe’ddin Djambek lebih akurat dan mendekati hisab kontemporer dibandingkan jadwal Abdul Rani Mahmud, dengan selisih yang lebih kecil atau bahkan tidak ada selisih dalam beberapa kasus, sehingga jadwal Saadoe’ddin Djambek lebih valid untuk acuan jangka panjang tetapi dengan sedikit koreksi. Ketiga, Berdasarkan perhitungan jadwal waktu salat untuk 100 tahun ke depan, ditemukan bahwa pergeseran waktu pada bulan Juni dan Desember hanya bersifat minor, dengan pergeseran 10-12 detik lebih lambat pada bulan Juni karena deklinasi matahari positif, dan 12-17 detik lebih awal pada bulan Desember akibat deklinasi matahari negatif.
ABSTRACT:
The eternal prayer time is the most practical calculation method only once and can be used for decades in the future, one of the ones who issued the all-time prayer time schedule is Saadoe'ddin Djambek and Abdul Rani Mahmud. This study intends to examine the problems of 1) What is the concept of calculating the eternal prayer time of Saadoe'ddin Djambek and Abdul Rani Mahmud 2) What is the difference in the difference between the eternal prayer schedule of Saadoe'ddin Djambek and Abdul Rani Mahmud using the contemporary hisab validation parameters of Mawāqit 2024 software. This research is a literature study with an astronomical and historical approach. The data used in this study were obtained from books or writings that discussed the methods of Saadoe'ddin Djambek and Abdul Rani Mahmud.
This study produced: First, the calculation of the prayer time of Saadoe'ddin Djambek and Abdul Rani Mahmud used a classical manual method with the main differences in the criteria of sun height, astronomical data, determination of Zuhur time, prayer schedule day pattern, and the application of ihtiyat, which resulted in variations in the results of the calculation of prayer time. Second, the validation of the calculation shows that the Saadoe'ddin Djambek prayer schedule has a difference of 1-2 minutes with the contemporary hisab and the majority is 1 minutes apart, while Abdul Rani Mahmud's schedule shows a difference of 1-3 minutes, and the majority is about 2 minutes apart. The results of the analysis show that Saadoe'ddin Djambek's eternal prayer time schedule is more accurate and closer to the contemporary hisab than Abdul Rani Mahmud's schedule, with a smaller difference or even no difference in some cases, so that Saadoe'ddin Djambek's schedule is more valid for long-term reference but with little correction. Third, Based on the calculation of the prayer time schedule for the next 100 years, it was found that the time shift in June and December was only minor, with a shift of 10-12 seconds later in June due to positive sun declination, and 12-17 seconds earlier in December due to negative sun declination.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Waktu Salat Abadi; Saadoe’ddin Djambek; Abdul Rani Mahmud; Mawāqit 2024. |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak) |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Master (S2) > 50102 - Ilmu Falak (S2) |
| Depositing User: | Miswan Miswan |
| Date Deposited: | 08 May 2026 07:23 |
| Last Modified: | 08 May 2026 07:23 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29626 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
